Kinerja BRI Melesat, Laba Naik 17,5 Persen dan Kredit Capai Rp 1.646 Triliun

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:56 WIB
KINERJA POSITIF: BRI membukukan laba bersih Rp31,2 triliun hingga triwulan II 2026 atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan.
KINERJA POSITIF: BRI membukukan laba bersih Rp31,2 triliun hingga triwulan II 2026 atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan.

Jawa Pos Radar Madiun – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan kinerja positif hingga triwulan II 2026.

Laba bersih BRI mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan laba berjalan seiring ekspansi bisnis perseroan.

Total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau meningkat 11,7 persen yoy, sedangkan penyaluran kredit tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang fundamental perseroan yang tetap terjaga.

Dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) konsolidasi entitas bank berada di level 90,8 persen.

Permodalan juga tercatat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,5 persen.

’’Dengan likuiditas yang terkelola dengan baik dan permodalan yang tetap kuat, BRI memiliki fondasi yang memadai untuk melanjutkan pertumbuhan secara sehat dan berkelanjutan,’’ ujar Achmad dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta.

Penguatan juga terlihat dari struktur pendanaan. Dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen yoy.

Porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) meningkat dari 65,5 persen menjadi 67,6 persen.

Kenaikan porsi CASA tersebut memperkuat struktur pendanaan perseroan di tengah ekspansi kredit.

Tak hanya tumbuh, BRI mencatat perbaikan kualitas aset. Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,07 persen pada 2025 menjadi 2,9 persen pada triwulan II 2026.

Loan at Risk (LaR) juga membaik dari 9,6 persen menjadi 9,1 persen. Sementara Cost of Credit (CoC) turun dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Perbaikan tersebut ditopang penerapan strategi selective growth, penguatan early warning system, serta optimalisasi fungsi collection dan recovery.

Langkah itu diarahkan untuk menjaga ekspansi kredit tetap diikuti pengelolaan risiko yang terukur.

Fundamental yang terjaga menjadi modal BRI melanjutkan fungsi intermediasi.

Perseroan tetap menempatkan segmen UMKM sebagai bisnis inti sekaligus memperluas inklusi keuangan.

Fokus tersebut juga diarahkan untuk mendukung agenda prioritas pemerintah melalui penyaluran pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. (*)

Editor : Hengky Ristanto
Kredit BRI kualitas aset BRI kinerja keuangan BRI triwulan II 2026 laba bri