Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun, Tumbuh 17,5 Persen hingga Triwulan II 2026

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 12:52 WIB
KINERJA POSITIF: BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp31,2 triliun hingga triwulan II 2026 atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan.
KINERJA POSITIF: BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp31,2 triliun hingga triwulan II 2026 atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan.

Jawa Pos Radar Madiun – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat pertumbuhan kinerja hingga triwulan II 2026.

Secara konsolidasian, laba BRI mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kenaikan laba tersebut berjalan seiring dengan ekspansi kredit BRI sebesar 16,2 persen yoy.

Pada saat bersamaan, kualitas aset BRI juga menunjukkan perbaikan yang tercermin dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 3 persen menjadi 2,9 persen.

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI berada di level 21,5 persen.

Angka tersebut masih melampaui target jangka panjang perseroan yang ditetapkan minimal 20 persen.

Kondisi permodalan itu memberikan ruang bagi BRI untuk tetap mengembangkan bisnis sekaligus menjaga kapasitas dalam menghadapi risiko.

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan, fundamental yang terjaga menjadi modal perseroan untuk menyeimbangkan penciptaan nilai bagi pemegang saham dengan kebutuhan pengembangan bisnis dalam jangka panjang.

’’BRI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,’’ ujarnya.

Kinerja tersebut turut menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan dividen perseroan.

Namun, besaran dividend payout ratio tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan laba.

Achmad menjelaskan, kebijakan pembagian dividen mempertimbangkan kinerja keuangan, tingkat permodalan, kebutuhan pengembangan bisnis, hingga kondisi perekonomian.

Keputusan akhirnya juga bergantung pada pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

Dengan pertumbuhan laba yang diiringi ekspansi kredit dan perbaikan kualitas aset, BRI menilai memiliki ruang untuk tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham tanpa mengabaikan kecukupan modal.

’’Yang terpenting, kemampuan BRI dalam menciptakan shareholder value tetap ditopang fundamental yang semakin kuat,’’ terang Achmad.

Menurut perseroan, penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak hanya berasal dari dividen maupun capital gain.

Kemampuan meningkatkan laba, menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan, dan mempertahankan pertumbuhan jangka panjang juga menjadi bagian penting.

Ke depan, BRI bakal melanjutkan strategi pertumbuhan secara disiplin. Ekspansi bisnis akan tetap diseimbangkan dengan pengelolaan kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal.

’’Fokus kami adalah memastikan setiap keputusan alokasi modal mampu menciptakan nilai yang optimal dalam jangka panjang,’’ pungkas Achmad.

Editor : Hengky Ristanto
Kredit BRI kualitas aset BRI triwulan II 2025 laba bri