LAMPUNG SELATAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bertahun-tahun turun langsung menemui pelaku usaha mikro membuat Dewi Natalia memahami persoalan yang mereka hadapi.
Salah satunya ketergantungan sebagian pedagang pasar terhadap pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Hampir 15 tahun mengabdi di BRI, Dewi kini bertugas sebagai Mantri BRI di Unit Natar, Kantor Cabang Teluk Betung, Kantor Wilayah Bandar Lampung. Sebanyak 380 debitur mikro aktif berada dalam pendampingannya.
Perjalanan Dewi bersama BRI dimulai pada Februari 2011. Saat itu, dia mengawali karier sebagai customer service.
Setahun kemudian, Dewi mencoba mengikuti seleksi untuk menjadi Mantri.
Upayanya tidak langsung berhasil. Dewi harus mengikuti seleksi dua kali di Palembang sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan menjalankan tugas yang membuatnya lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat.
’’Perjalanan yang saya tempuh tidak mudah. Tetapi akhirnya saya berhasil membuktikan komitmen,’’ kenangnya.
Penugasan pertamanya sebagai Mantri BRI berada di Unit Sendang Agung, Lampung Tengah.
Lantaran saat itu merupakan unit baru, Dewi harus membangun basis nasabah dengan turun dari pintu ke pintu.
Pengalaman tersebut membawanya semakin dekat dengan pedagang pasar tradisional.
Dewi mendapati masih ada pelaku usaha yang belum mengenal layanan perbankan formal dan bergantung pada pinjaman rentenir dengan bunga tinggi.
Dewi kemudian aktif memberikan edukasi keuangan dan memperkenalkan pembiayaan mikro BRI.
Upaya itu secara perlahan membuat sejumlah pedagang beralih dari rentenir menuju akses pembiayaan melalui perbankan.
’’Ada rasa bangga luar biasa ketika melihat mereka yang awalnya kesulitan kini bisa mandiri berkat akses perbankan yang layak,’’ tuturnya.
Perjalanan mendampingi pelaku usaha mikro tersebut tidak selalu berjalan mulus.
Dewi mengaku pernah menghadapi ketegangan dengan rentenir setempat ketika berupaya memperluas akses perbankan bagi pedagang.
Bahkan, menurut Dewi, dirinya sempat mendapatkan tawaran kerja sama tidak resmi.
Tawaran tersebut ditolaknya karena ingin menjaga kepentingan nasabah sekaligus integritas dalam menjalankan pekerjaannya.
’’Bekerja sebagai Mantri BRI bukan sekadar profesi mencari nafkah, melainkan panggilan jiwa,’’ katanya.
Kini, setelah hampir 15 tahun berkarier di BRI, Dewi tetap bersentuhan dengan sektor mikro.
Pendampingan terhadap 380 debitur mikro aktif menjadi bagian dari pekerjaannya dalam membantu pelaku usaha mendapatkan akses layanan keuangan formal.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, Mantri menjadi salah satu ujung tombak perseroan dalam menjangkau pelaku usaha mikro dan UMKM.
’’Kehadiran mereka membantu BRI memahami kebutuhan nasabah sekaligus memastikan akses pembiayaan dan layanan keuangan memberikan manfaat bagi perkembangan usaha masyarakat,’’ ujarnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto