Menyeberangi Laut demi Para Ibu, Kisah Vio Membuka PNM Mekaar Pertama di Banda Neira

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:08 WIB
MENEMBUS PULAU: Violend Trintje Ory, Account Officer PNM Mekaar, menjangkau masyarakat di Banda Neira, Maluku Tengah.
MENEMBUS PULAU: Violend Trintje Ory, Account Officer PNM Mekaar, menjangkau masyarakat di Banda Neira, Maluku Tengah.

BANDA NEIRA – Laut harus diseberangi. Ketika sepeda motor tak lagi bisa melaju, perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki.

Begitulah Violend Trintje Ory menjangkau para perempuan pelaku usaha sekaligus memperkenalkan PNM Mekaar di Banda Neira, Maluku Tengah.

Perempuan 23 tahun yang akrab disapa Vio itu mendapat penugasan dari Ambon untuk membuka Unit Banda. Unit tersebut menjadi yang pertama milik PNM di Banda Neira.

Perjuangannya dimulai bahkan sebelum bertemu nasabah. Dari mes tempat tinggalnya, Vio membutuhkan perjalanan sekitar 45 menit untuk menjangkau kelompok nasabah.

Medan kepulauan bukan satu-satunya tantangan. Sebagai pendatang, dia harus mengenalkan PNM Mekaar kepada masyarakat yang sebelumnya belum familier dengan layanan tersebut.

Vio bersama rekannya mendatangi rumah demi rumah. Mereka mengenalkan program sekaligus perlahan membangun kepercayaan masyarakat.

’’Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakan bagi mereka yang masih ragu. Tapi, kami rangkul yang percaya kepada kami untuk proses ke depan,’’ tuturnya.

Perjalanan menuju sejumlah wilayah bahkan mengharuskan mereka menyeberangi laut. Jika sepeda motor tidak dapat menjangkau lokasi, Vio melanjutkannya dengan berjalan kaki.

Kerja keras sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar itu kemudian menghadirkan pengalaman yang membekas.

Vio menyaksikan salah seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga mulai merintis usaha setelah mendapatkan modal.

Perempuan tersebut akhirnya berhenti bekerja sebagai asisten rumah tangga dan memilih berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah.

Perubahan itu tidak hanya memberinya sumber penghasilan, tetapi juga membuat waktunya bersama keluarga lebih banyak.

’’Saya merasa bersyukur karena saya jadi penyalur berkat,’’ ujar Vio.

Kehadiran PNM di Banda Neira menjadi bagian dari perluasan layanan Holding Ultra Mikro.

Sejak 2021, ekosistem yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM tersebut menghubungkan pembiayaan, simpanan, transaksi, serta pemberdayaan dan pendampingan usaha perempuan maupun pelaku usaha mikro lainnya.

Hingga akhir triwulan II 2026, Holding Ultra Mikro tercatat melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sekitar 2,3 juta debitur tercatat telah naik kelas.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, tenaga pemasar menjadi salah satu kekuatan ekosistem tersebut dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas.

’’Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,’’ ujarnya.

Menurut Dhanny, mereka menjadi jembatan antara layanan keuangan dan pelaku usaha.

Perannya bukan sekadar membangun kepercayaan, tetapi juga melakukan pendampingan serta membuka kesempatan masyarakat untuk berkembang. (*)

Editor : Hengky Ristanto
usaha perempuan banda neira Violend Trintje Ory holding ultra mikro pnm mekaar