Dari Warung Sederhana, Erni Raup Pendapatan Dua Kali Lipat Berkat BRILink Agen

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 08:59 WIB
LAYANAN KEUANGAN: Erni mengembangkan warungnya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, melalui BRILink Agen.
LAYANAN KEUANGAN: Erni mengembangkan warungnya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, melalui BRILink Agen.

Jawa Pos Radar Madiun – Warung sederhana milik Erni di Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, kini menjadi salah satu tempat warga memenuhi kebutuhan transaksi perbankan.

Sejak bergabung sebagai BRILink Agen pada 2015, usahanya terus berkembang hingga mampu melayani sekitar 6.000 transaksi setiap bulan.

Perubahan itu juga berdampak pada penghasilan Erni. Sebelum menjadi BRILink Agen, pendapatan warungnya berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan. Kini, pendapatannya meningkat hingga dua kali lipat.

Perjalanan usaha Erni bermula ketika akses layanan perbankan di wilayahnya masih terbatas.

Masyarakat harus menempuh perjalanan belasan kilometer untuk mencapai kantor BRI terdekat.

Kondisi tersebut membuka peluang ketika Mantri BRI menawarkan kerja sama kepada Erni untuk menjadi BRILink Agen menggunakan mesin electronic data capture (EDC).

Erni menerima tawaran itu karena melihat kebutuhan warga terhadap layanan transaksi yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Untuk menarik minat masyarakat, Erni tidak hanya menunggu pelanggan datang ke warung.

Dia aktif memperkenalkan layanan BRILink Agen melalui kegiatan pengajian mingguan.

Erni bahkan membawa mesin EDC, terutama menjelang waktu pembayaran tagihan listrik.

Cara tersebut membuat warga mulai mengenal dan memanfaatkan layanan perbankan yang tersedia di warungnya.

Dari pembayaran tagihan, layanan kemudian berkembang untuk memenuhi kebutuhan transfer uang dan berbagai transaksi lainnya.

Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, jumlah transaksi terus bertambah.

BRI Padang pun menyediakan dua mesin EDC untuk mendukung pelayanan di tempat usaha Erni.

’’Sekarang rata-rata sekitar 6.000 transaksi per bulan, karena di tempat saya dikasih dua unit mesin EDC oleh BRI Padang. Sebelum jadi agen, pendapatan warung saya sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta per bulan. Setelah jadi BRILink Agen, alhamdulillah pendapatan saya sudah naik dua kali lipat,’’ tutur Erni.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keberadaan BRILink Agen memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan layanan keuangan formal, khususnya di wilayah yang jauh dari kantor perbankan.

Melalui jaringan agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan transaksi tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Momentum Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober juga dimanfaatkan BRI untuk memperkuat akses layanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

’’Kehadiran BRILink Agen tidak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat,’’ ungkap Dhanny.

Menurut dia, perluasan akses keuangan perlu diikuti manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, BRI terus mengembangkan jaringan BRILink Agen agar layanan perbankan semakin mudah dijangkau hingga tingkat desa.

Pengalaman Erni menjadi salah satu gambaran bagaimana akses layanan keuangan dapat membuka peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha kecil. (*)

Editor : Hengky Ristanto
kisah Erni pendapatan warung inklusi keuangan BRILink Agen bri