JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menambah pilihan investasi bagi nasabah. Menggandeng PT Eastspring Investments Indonesia, BRI menghadirkan tiga produk reksa dana melalui layanan BRI Wealth Management mulai 8 Oktober 2026. Nilai investasi awal ditetapkan Rp 100 ribu dengan kelipatan pembelian nominal yang sama.
Ketiga produk tersebut adalah Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A, Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A, dan Eastspring IDX ESG Leader Plus Kelas A.
Masing-masing memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda, mulai reksa dana berbasis surat utang hingga indeks saham yang mengacu pada prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG).
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan pengelolaan kekayaan sekaligus perluasan akses investasi bagi nasabah.
’’Ketiga produk ini memberikan fleksibilitas dalam menyusun portofolio sesuai dengan profil risiko, preferensi investasi, dan tujuan keuangan masing-masing,’’ ujarnya.
Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A merupakan reksa dana pendapatan tetap dengan kategori risiko menengah. Portofolionya mencakup surat utang pemerintah, obligasi korporasi, dan instrumen pasar uang.
Hingga Agustus 2026, dana kelolaan produk tersebut mencapai Rp 5,53 triliun. Sementara kinerja kumulatifnya tercatat sebesar 86,02 persen sejak diluncurkan pada 2015.
Angka tersebut merupakan catatan kinerja historis, bukan jaminan tingkat keuntungan pada masa mendatang.
Produk kedua, Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A, berfokus pada investasi obligasi pemerintah dan korporasi.
Reksa dana ini memiliki target pembagian hasil investasi sekitar 6,5 persen per tahun hingga Januari 2027. Namun, angka tersebut merupakan target dan bukan imbal hasil yang dijamin.
Sementara itu, Eastspring IDX ESG Leader Plus Kelas A menawarkan eksposur investasi pada saham-saham yang mengacu pada Indeks IDX ESG Leaders.
Berbeda dengan dua produk berbasis surat utang, reksa dana indeks saham ini memiliki kategori risiko tinggi.
Produk tersebut ditujukan bagi investor dengan jangka waktu investasi lebih dari lima tahun dan kesiapan menghadapi fluktuasi pasar saham.
Aris menilai diversifikasi portofolio penting dilakukan untuk menghadapi perubahan kondisi pasar. Nasabah perlu mempertimbangkan bukan hanya peluang pertumbuhan aset, tetapi juga risiko investasi sesuai tujuan keuangan.
’’Nasabah saat ini tidak hanya mempertimbangkan potensi pertumbuhan aset, tetapi juga kemampuan portofolio dalam menghadapi berbagai siklus pasar,’’ jelasnya.
Presiden Direktur Eastspring Indonesia Sulystari Rizal menyambut kerja sama tersebut sebagai upaya memperluas jangkauan layanan investasi profesional kepada masyarakat.
’’Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak investor dan mendukung mereka dalam membangun masa depan keuangan yang lebih baik,’’ pungkasnya. (*/aan)
Editor : Hengky Ristanto