KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tren inflasi di Kota Madiun terkendali. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat melaporkan inflasi bulanan pada Juni 2023 sebesar 0,08 persen month to month (mtm). Angka ini tercatat meningkat tipis dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,07 persen. ‘’Meski begitu, angkanya lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Jatim (0,10 persen) dan nasional (0,14 persen),’’ terang Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny kemarin (4/7).
Menurutnya, terkendalinya inflasi bulan itu tidak lepas dari upaya pemkot dalam menekan harga bahan pokok di Kota Madiun. ‘’Sebagian besar bahan pokok justru menjadi faktor penekan inflasi. Ini tak lepas dari peran tim pengendali inflasi daerah (TPID) dalam mengadakan operasi pasar,’’ katanya.
Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, bawang putih memberikan andil paling besar terhadap inflasi, yakni sebesar 4,29 persen. Mengekor, sabun mandi memberikan andil sebesar 4,07 persen serta telur ayam ras berkontribusi 1,90 persen.
Di sisi lain, Dwi mengungkapkan kelompok pengeluaran informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 2,47 persen. ‘’Inflasi Juni 2023 dipicu karena adanya kenaikan harga barang dan jasa yang ditunjukkan dengan naiknya indeks harga konsumen (IHK) dari hampir seluruh kelompok pengeluaran (yoy),’’ jelasnya.
Selanjutnya sebaran inflasi menurut wilayah secara umum dari tujuh kota/kabupaten di Jatim, Kota Madiun termasuk yang terendah. Probolinggo (0,18 persen), Kediri (0,17 persen), Jember (0,14 persen), Surabaya (0,12 persen), dan Banyuwangi (0,09 persen), Malang (0,07 persen). Sedangkan, Sumenep deflasi -0,42 persen. (rdl/her)
TREN INFLASI KOTA MADIUN 2023
- Januari: 0,35 persen
- Februari: 0,04 persen
- Maret: 0,25 persen
- April: 0,22 persen
- Mei: 0,07 persen
- Juni: 0,08 persen
Sumber: BPS Kota Madiun
Editor : Mizan Ahsani