Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Awas Kecanduan Nge-Game Online!

Hengky Ristanto • Kamis, 3 Februari 2022 | 21:17 WIB
POPULER: Permainan game MOBA semakin digandrungi anak-anak hingga dewasa. (SATRIO JATI WASKITO/JAWA POS RADAR MADIUN)
POPULER: Permainan game MOBA semakin digandrungi anak-anak hingga dewasa. (SATRIO JATI WASKITO/JAWA POS RADAR MADIUN)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada dampak negatif dari fenomena game multiplayer online battle arena (MOBA) berbasis android maupun komputer. Terlebih bagi anak usia sekolah. Jika sampai kecanduan, prestasi akademik berpotensi anjlok. Bahkan, berakibat buruk pada perkembangan mental.


Sehingga, peran orang tua sangat besar dalam mengendalikan dan mengawasi. Sebab, semua hal yang bersifat addict (candu) pasti berdampak buruk. Apalagi pada anak-anak dan remaja. ‘’Karena itu, harus memperhatikan batasan waktu,’’ kata Citra Noviyanto, pembina E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Madiun, Kamis (3/2).


Berlama-lama main game, lanjut dia, akan berpengaruh negatif secara psikologis maupun kesehatan. Sejatinya, pengembang game sudah memberi fitur peringatan yang otomatis muncul jika user terlalu lama bermain. ‘’Ada notifikasi dari sistem, itu perlu diperhatikan, sebaiknya sudahi permainan dan istirahat,’’ imbaunya.


Dia menambahkan, durasi ideal bermain game 1,5 jam. Alasannya, keterbatasan kemampuan mata. Lebih dari itu, fokus pandangan sudah menurun. Meskipun spesifikasi layar atau monitor beresolusi tinggi. ‘’Apapun spek layarnya, mau IPS atau AMOLED dan lainnya, sebaiknya berhenti karena sudah mata lelah,’’ jelasnya.


Menurut Citra, notifikasi memang kurang efektif. Sebab, pengguna sebagai pengendali utama bisa men-skip. Terlebih anak-anak. ‘’Sebenarnya anak pehobi nge-game bisa diarahkan ke yang sifatnya edukasi dan prestasi,’’ tuturnya.


Dari sisi edukasi, anak diarahkan agar tidak mengumpat atau berkata kasar saat main game. Itu menjadi dasar pendidikan karakter. Dia menjelaskan, dalam kompetisi di ESI ada larangan mengumpat. Kalau nekat akan mendapat peringatan. ‘’Jika masih ngeyel, didiskualifikasi,’’ bebernya.


Sedangkan untuk prestasi, diarahkan ke penyaluran hobi yang tepat. Seperti ikut kompetisi terbuka. Pun, ESI bisa menjadi wadah pembinaan. ‘’ESI berupaya agar game bisa menjadi ekskul (ekstrakurikuler, Red) di sekolah,’’ harapnya sembari menambahkan tiga prinsip nge-game, yakni rekreasi, edukasi, dan prestasi. (rio/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#Kabupaten Madiun #Game