SEPEKAN sudah serial Gadis Kretek tayang di Netflix sejak dirilis 2 November lalu. Penampilan mempesona Dasiyah alias Jeng Yah yang dibawakan Dian Sastrowardoyo menghipnotis pecinta film.
Ario Bayu yang membawakan sosok Soeraja atau Raja dalam serial Gadis Kretek tak kalah mendalami perannya. Pasangan Jeng Yah dan Raja mampu membawa emosi penonton larut dalam kisah Gadis Kretek.
Tidak terkecuali, adegan romantis keduanya setelah Raja mengendap masuk ke kamar Jeng Yah melalui jendela saat diguyur hujan. Adegan romantis dalam serial Gadis Kretek yang membuat penonton terhipnotis.
Tidak sedikit yang mengira Dian Sastro digantikan pemeran pengganti lantaran jarang membawakan adegan romantis tersebut. Begitun Raja yang tampak tak canggung dalam adegan romantis itu.
‘’Itu sangat mudah bagi saya memainkan Soeraja jatuh cinta pada Dasiyah,’’ kata Bayu sebagaimana dilansir dari antaranews.com.
Baca Juga: Gadis Kretek: Potret Sejarah Industri Kretek, Intrik Politik Era 60-an, hingga Romantisme
Baca Juga: Kota M dalam Gadis Kretek itu Madiun?
Bayu berulang kali memuji totalitas penjiwaan Dian Sastro membawakan peran tokoh Jeng Yah dalam Gadis Kretek. Bayu turut membaca catatan jurnal berisi perjalanan mendalami karakter Jeng Yah yang ditulis Dian Sastro secara rinci.
‘’Saya merasa kagum, Dian menyiapkan semua dengan serius untuk mendalami peran ini (Jeng Yah, Red),’’ ujarnya.
Karena itulah, Bayu dengan mudah memainkan adegan romantis Raja dengan Jeng Yah. Begitu pula Dian Sastro yang mengaku tidak kesulitan memainkan adegan romantis dalam Gadis Kretek karena koordinasi yang sudah klik.
Menurut Dian Sastro, kekompakan itu pula yang membuatnya merasa mudah dan cepat memainkan seluruh adegan dalam Gadis Kretek. ‘’Meskipun ngeselin begitu orangnya, suka jayus, tapi sebagai rekan kerja, Bayu oke,’’ ujar Dian Sastro.
Serial Gadis Kretek merupakan adaptasi dari novel Ratih Kumala dengan judul sama. Serial ini telah diputar kali pertama di Busan Internasional Film Festival ke-28 di Korea Selatan. (kid)
Baca Juga: Dian Sastro Keturunan Keluarga Priyayi Madiun, Buyutnya Wedana Uteran-Kakeknya Menlu
Editor : Nur Wachid