Jawa Pos Radar Madiun – Senyum lebar jelas terlihat di wajah Beyonce. Ia menerima penghargaan Album Country terbaik di Grammy Award 2025.
Menariknya, penghargaan itu diserahkan langsung oleh Taylor Swift yang pernah memenangi kategori itu 15 tahun silam.
Itu membuat Taylor Swift dikenal sebagai penyanyi genre country hingga saat ini. Sayang, tahun ini ia gagal total.
Padahal namanya masuk dalam enam nominasi Grammy Award 2025. Diantaranya adalah nominasi album terbaik tahun Ini untuk The Tortured Poets Department.
Lagunya yang berjudul Fortnight yang menampilkan Post Malone dinominasikan untuk kategori rekaman terbaik di Grammy Award 2025.
Namun, Taylor Swift harus gigit jari. Ia gagal mencetak sejarah gegara albumnya The Tortured Poets Department gagal meraih penghargaan.
Keinginannya meraih penghargaan Album of the Year kelima kalinya sekaligus mencetak rekor baru pun melayang.
Meskipun tidak berhasil meraih satu pun penghargaan, penyanyi kondang itu tetap menunjukkan semangat yang tinggi.
Taylor Swift terlihat merayakan kemenangan Beyonce, peraih Album of the Year untuk pertama kalinya, dengan bersulang bersama Jay-Z.
Namun dinominasikan dalam enam kategori Grammy Awward 2025 itu menunjukkan jika pamornya di industri musik masih bersinar terang.
Taylor Swift dan Beyonce Berpelukan
Selebriti dan tamu undangan acara Grammy Award 2025 disuguhi pemandangan menyejukkan dari dua diva industri musik kelas internasional itu.
Momen tak terduga itu tersani saat Taylor Swift tampil di panggung untuk menyerahkan penghargaan Album Country Terbaik kepada Beyonce.
Malam Grammy Award 2025 terasa lebih emosional saat kedua penyanyi perempuan papan atas itu berpelukan erat.
Dua superstar itu seolah menunjukkan apresiasi atau tanda penghargaan dan kekaguman yang tulus.
Informasi yang dihimpun, Cowboy Carter yang dinobatkan sebagai album of the year adalah kemenangan pertama Beyonce.
Penyanyi asal Amerika Serikat itu harus gagal meraih penghargaan kategori paling bergensi itu empat kali di Grammy Award sebelumnya. (sib)
Penulis : Oktaviani Dwi Ramadhani/ Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun
Editor : Budhi Prasetya