Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

40 Tahun Dragon Ball Bagian 1, Perjalanan Epik Waralaba Ikonik, dari Manga hingga Jadi Fenomena Dunia

Ockta Prana Lagawira • Minggu, 9 Maret 2025 | 14:30 WIB
Dragon Ball Super.
Dragon Ball Super.

Jawa Pos Radar Madiun – Dragon Ball bukan sekadar serial anime atau manga biasa, melainkan sebuah fenomena global yang terus bergaung hingga saat ini.

Sejak pertama kali muncul dalam Weekly Shonen Jump pada 20 November 1984, karya Akira Toriyama ini berkembang dari kisah sederhana menjadi salah satu waralaba paling berpengaruh dalam budaya pop dunia.

Dengan Dragon Ball DAIMA yang baru saja mengakhiri penayangannya setelah 20 episode, para penggemar kembali diingatkan pada perjalanan luar biasa Goku, Vegeta, dan petarung lainnya yang telah bertahan selama empat dekade.

Dikutip dari Crunchyroll, artikel ini akan membahas bagaimana Dragon Ball berevolusi, mulai dari awal kemunculannya sebagai manga hingga menjadi ikon dalam industri anime, video game, dan hiburan global.

Awal Perjalanan: dari Manga Hingga Menjadi Ikon Dunia

Saat pertama kali dirilis, Dragon Ball terinspirasi dari Journey to the West, novel klasik Tiongkok yang menjadi dasar bagi petualangan Goku.

Awalnya, Akira Toriyama hanya berencana membuat cerita pendek yang berakhir setelah Bola Naga terkumpul.

Namun, ketika turnamen Budokai Tenkaichi pertama berlangsung, popularitasnya melonjak drastis.

Keunikan Dragon Ball dibandingkan dengan manga lainnya terletak pada perpaduan komedi, aksi, dan petualangan yang menarik.

Toriyama juga memasukkan banyak unsur budaya Asia, berbeda dengan karya-karya manga lain yang cenderung lebih banyak mengambil inspirasi dari budaya Barat.

Seiring waktu, pengaruh Barat mulai terlihat terutama dalam desain beberapa musuh dan latar belakang cerita di bagian akhir manga.

Dragon Ball dan Pengaruhnya dalam Budaya Pop Global

Kesuksesan Dragon Ball tak hanya terbatas pada manga dan anime. Waralaba ini berkembang ke berbagai media lain dan menjadi bagian dari budaya pop dunia, di antaranya:

Enam serial anime utama, yaitu Dragon Ball, Dragon Ball Z, Dragon Ball GT, Dragon Ball Z Kai, Dragon Ball Super, dan Dragon Ball DAIMA.

21 film animasi, termasuk Dragon Ball Super: Broly, yang menghidupkan kembali karakter Broly dengan latar belakang lebih mendalam.

Video game sukses seperti Dragon Ball FighterZ dan Dragon Ball: Sparking! ZERO, yang telah terjual jutaan kopi di seluruh dunia.

Adaptasi live-action, meskipun tidak selalu mendapat respons positif, seperti yang terlihat dalam film Dragon Ball Evolution.

Tak hanya itu, referensi Dragon Ball juga kerap muncul di berbagai industri hiburan lainnya, mulai dari olahraga hingga perfilman Hollywood. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#manga #goku #anime #40 tahun #dragon ball