Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang hari bahagianya, aktris dan model ternama Luna Maya menjalani prosesi siraman bersama calon suaminya, aktor Maxime Bouttier, pada Selasa, 6 Mei 2025.
Siraman digelar di Bali dengan sentuhan adat Jawa yang kental dan suasana khidmat penuh keharuan.
Siraman dengan Air dari Lima Sumber
Prosesi dimulai dengan sungkeman kepada ibu tercinta, dilanjutkan membasuh kaki sang ibu sebagai lambang bakti dan permohonan restu.
Air yang digunakan untuk siraman pun bukan sembarang air. Air berasal dari berbagai sumber penting dan bermakna:
• Kediaman Luna Maya di Jakarta
• Kantor TS Media
• Masjid Al Azhar
• Rumah Ibu Desa di Bali
• Lokasi akad nikah
• Air Zam-zam
Uniknya, air siraman untuk Maxime bahkan mencakup air dari Shanghai, sementara untuk Luna, juga disertakan air dari rumah eyang dari pihak almarhum ayah.
karimunBaca Juga: Karimun Estilo, Mobil Mungil Fitur Gede! Tetap Jadi Favorit Gara-Gara Irit
Busana Tradisional Penuh Elegansi
Dalam prosesi ini, Luna Maya tampil anggun mengenakan kebaya putih brokat model kutu baru yang dipadukan dengan kain batik pink.
Penampilannya disempurnakan dengan sanggul klasik khas Jawa, sirkam perak, dan perhiasan anting silver. Riasan wajah Luna dibuat natural dengan lipstik nude serta makeup mata bold dan bulu mata tebal.
Setelah siraman, Luna berganti busana dengan balutan ronce melati di tubuh bagian atas dan rambut yang dibiarkan tergerai. Ia tetap mengenakan kain pink yang serasi dengan tema acara.
Sementara itu, keluarga dan kerabat tampil kompak mengenakan busana bernuansa pink lembut, mulai dari kebaya hingga beskap, menciptakan harmoni visual yang elegan dan sakral.
Menuju Hari Bahagia
Maxime Bouttier dan Luna Maya dijadwalkan akan melangsungkan akad nikah pada Rabu, 7 Mei 2025.
Ini akan menjadi puncak dari rangkaian prosesi pernikahan keduanya yang telah dinanti banyak penggemar.
Prosesi siraman ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momen penuh haru yang memperkuat ikatan keluarga sebelum resmi menjadi suami istri. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira