Jawa Pos Radar Madiun - Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier pada Rabu (7/5) barangkali menjadi pesta pernikahan paling ikonik di Indonesia pada tahun ini.
Pasalnya, kisah cinta sang artis berparas cantik itu kerap menghiasi berbagai media sejak kemunculannya di industri hiburan.
Kini sudah sah, pria yang beruntung mendapatkannya adalah Maxime Bouttier.
Publik selama ini mengenal Luna Maya sebagai artis kelahiran Bali.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa darah Jawa juga mengalir dalam dirinya.
Darah Jawa mengalir dari sang ayah yang bernama Uut Bambang Sugeng.
Sosok mendiang ayahnya ternyata berasal dari keturunan Jawa, tepatnya dari Bojonegoro dan Cirebon.
Uut Bambang Sugeng dikenal sebagai pribadi nyentrik dengan gaya khas: kumis tebal, jenggot, dan rambut gondrong.
Sosoknya sempat mencuat ke permukaan usai Luna Maya mengunggah foto lawas mereka di media sosial, mengenang sang ayah yang meninggal saat Luna masih kecil.
Dalam unggahan tersebut, Luna menyebut sang ayah hanya dengan satu kata penuh makna: "Bapak" disertai tagar #Alfatihah.
Pria kelahiran Yogyakarta ini merupakan anak dari pasangan ayah asal Desa Pegagan, Cirebon, dan ibu asal Bojonegoro.
Ayah Luna diketahui wafat di usia 47 tahun, meninggalkan kenangan yang mendalam bagi Luna kecil.
Meski tidak tumbuh dengan kehadiran figur ayah, Luna tetap menunjukkan pribadi yang kuat dan dewasa, yang disebut-sebut terbentuk dari tempaan hidup dan didikan keluarga.
Kisah tentang Uut Bambang Sugeng menjadi sorotan kembali setelah Luna Maya melangsungkan pernikahan dengan Maxime Bouttier.
Kehangatan keluarga dan akar budaya Jawa dari sang ayah menambah warna dalam kehidupan pribadi Luna yang jarang diekspos publik. (naz)
Editor : Mizan Ahsani