Jawa Pos Radar Madiun – Bagaimana jika sahabat terdekatmu ternyata bukan manusia? Itulah yang dialami Yoshiki dalam The Summer Hikaru Died, serial anime terbaru Netflix adaptasi dari manga karya Mokumokuren.
Serial ini menyatukan genre horor dengan slice of life dalam narasi kelam, intim, dan mengusik ketenangan psikologis penonton.
Kisah dibuka dengan adegan sunyi di hutan. Yoshiki (disuarakan Chiaki Kobayashi) terlihat panik, berlari tanpa arah.
Tak jauh dari sana, tubuh sahabatnya, Hikaru (Shuichiro Umeda), tergeletak sekarat.
Namun sebuah entitas misterius hadir, lalu merasuki tubuh Hikaru dan menghidupkannya kembali.
Meski secara fisik tampak sama, Hikaru yang baru bukanlah manusia seperti sebelumnya.
Makhluk itu mengaku sebagai entitas yang baru pertama kali hidup dalam wujud manusia.
Ia belajar bersikap dan bertutur seperti Hikaru. Tapi seiring waktu, Yoshiki merasakan kejanggalan.
Tubuh Hikaru bisa ditembus tangan, perilakunya tidak sepenuhnya wajar. Di balik wajah akrab, ada sesuatu yang asing dan menakutkan.
Namun Yoshiki memilih bertahan. Alih-alih lari, ia berusaha memahami.
Seolah menolak kenyataan bahwa sahabatnya telah tiada dan digantikan entitas lain.
Sementara itu, desa tempat tinggal mereka mulai diliputi kejadian misterius. Warga ditemukan sekarat setelah didatangi sosok menyerupai manusia.
Salah satu korban sempat memperingatkan bahwa makhluk itu kini ada dalam diri Hikaru.
Serial ini menyuguhkan dua genre yang kontras: horor psikologis dan slice of life. Tone cerita bergantian antara suram dan tenang.
Saat horor mendominasi, nuansa gelap dengan visual hitam merah dan suara ambient mencekam mengambil alih.
Namun dalam momen slice of life, adegan diwarnai nuansa biru dan hijau lembut, menunjukkan kehidupan sehari-hari Yoshiki dan Hikaru yang penuh kebersamaan namun rapuh.
Sutradara Ryohei Takeshita berhasil menyeimbangkan dua kutub cerita itu.
Ia mengandalkan gerak kamera statis dan ekspresi wajah subtil untuk membangun emosi.
“Sangat memancing emosi karakter secara mendalam agar emosi itu tersampaikan secara utuh kepada penonton,” ujar Takeshita dalam sesi wawancara resmi.
Chemistry antara Yoshiki dan Hikaru menjadi kunci keberhasilan cerita.
Yoshiki mewakili sisi manusiawi, yang takut kehilangan tapi juga tak ingin membenci.
Sementara Hikaru—makhluk asing yang belajar menjadi manusia—berusaha mempertahankan hubungan itu dengan cara apapun.
“Memerankan Hikaru seperti menyelam ke laut dalam yang tak terlihat,” ujar Shuichiro Umeda, pengisi suara Hikaru.
Chiaki Kobayashi, pengisi suara Yoshiki, juga mengaku larut dalam pusaran emosi karakter sejak sesi audisi.
Ia menyuarakan ketakutan, cinta, dan kebingungan Yoshiki dalam satu tarikan nafas.
The Summer Hikaru Died tayang sejak musim panas 2024 di Netflix.
Manga aslinya telah dibaca lebih dari 23 juta kali sejak rilis pertama pada 2021 di Comic Walker.
Setiap episode menyuguhkan satu demi satu potongan misteri, membangun ketegangan hingga penonton bertanya: siapa sebenarnya Hikaru?
Dan bagaimana akhir dari hubungan yang begitu dalam tapi dipenuhi ketakutan ini? (her)
Editor : Hengky Ristanto