Jawa Pos Radar Madiun – Dunia pedalangan Indonesia terus melahirkan generasi penerus yang membawa semangat pelestarian budaya, salah satunya adalah Ki Bayu Aji, dalang muda yang tak hanya dikenal di tingkat nasional, tapi juga internasional.
Terlahir dari darah seni, Ki Bayu Aji merupakan putra dari maestro dalang Ki Anom Suroto dan Ibu Sri Sayuti, dua nama yang lekat dengan kesenian Jawa, khususnya wayang kulit Purwa.
Memiliki nama lengkap Muhammad Pamungkas Prasetya Bayu Aji, dalang ini menjadi sosok panutan bagi generasi muda pedalangan Indonesia.
Kecintaannya terhadap seni pewayangan telah membawa namanya menjadi tolak ukur bagi dalang muda tanah air.
Dari Pentas Lokal Hingga Internasional
Perjalanan karier Ki Bayu Aji tidaklah singkat.
Sejak muda, ia telah menunjukkan kepiawaiannya di atas panggung. Berkat bakat alami dan didikan dari sang ayah, ia berhasil menyabet berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
Juara Lomba Dalang Tingkat Nasional (2005)
Juara Lomba Dalang Internasional di Singapura (2010)
Penghargaan Seni dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2014)
Tak hanya itu, penampilannya dalam pertunjukan internasional semakin mengokohkan eksistensinya sebagai duta budaya Indonesia.
Gaya Pakeliran Khas: Perpaduan Maestro
Dalam dunia wayang kulit, gaya seorang dalang merupakan identitas yang kuat. Ki Bayu Aji meramu ilmunya dari berbagai maestro, seperti:
Ki Gondo Darman
Ki Nartosabdo
Ki Tristuti
Ki Blacius Subono
Ki Bambang Suwarno
Hasilnya, terciptalah gaya pakeliran khas Ki Bayu Aji, perpaduan antara sabet wayang yang dinamis dan cengkok suara yang dalam dan merasuk.
Meski sang ayah, Ki Anom Suroto, telah berusia lanjut, semangatnya di dunia pedalangan tak pernah surut.
Energi itu pula yang diwariskan kepada Bayu Aji, yang kini melanjutkan tongkat estafet budaya dengan semangat dan inovasi.
Dengan tetap menghormati pakem tradisi, Ki Bayu Aji juga membawa pembaruan dalam teknik penyajian agar wayang kulit tetap relevan bagi generasi muda. (*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani