Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil Marojahan Sintong Sijabat, Ayah Jerome Polin yang Berpulang Usai Berjuang Melawan Penyakit

Mizan Ahsani • Sabtu, 1 November 2025 | 15:10 WIB
Ilustrasi Marojahan Sintong Sijabat, Ayah Jerome Polin
Ilustrasi Marojahan Sintong Sijabat, Ayah Jerome Polin

Jawa Pos Radar Madiun - Kabar duka datang dari keluarga Jerome Polin, YouTuber dan edukator yang dikenal luas di Indonesia.

Ayahnya, Marojahan Sintong Sijabat, meninggal dunia pada Kamis, 30 Oktober 2025, di Rumah Sakit Nasional Hospital Surabaya.

Kabar ini diumumkan langsung oleh Jerome dan kakaknya, Jehian Sijabat, melalui media sosial.

Sebelumnya, Jerome sempat meminta doa dari masyarakat karena kondisi sang ayah yang kritis, namun takdir berkata lain.

Sosok Pendeta Penuh Dedikasi

Marojahan Sintong Sijabat dikenal sebagai pendeta berdedikasi yang melayani jemaat di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Darmo Satelit, Surabaya.

Hingga minggu terakhir sebelum wafat, beliau masih memimpin doa, berkhotbah, dan mendampingi jemaat dengan penuh kasih.

Banyak yang mengenang Marojahan sebagai ayah yang bijak, penyayang, dan teladan spiritual.

Dedikasinya tidak hanya terlihat di gereja, tetapi juga melalui pesan-pesan iman yang ia bagikan di media sosial, menekankan nilai kasih, keharmonisan keluarga, dan kehidupan beriman.

Profil dan Kehidupan Keluarga

Lahir dari keluarga berdarah Batak, Marojahan menikah dengan Chrissie Rahmeinsa dan dikaruniai tiga putra, termasuk Jerome Polin.

Pada 1998, ia memindahkan keluarga ke Malang, Jawa Timur, dan akhirnya menetap di Surabaya pada 2004. Di Kota Pahlawan, beliau menekuni pelayanan di GKI Darmo Satelit dan membangun hubungan erat dengan jemaat.

Selain sebagai pendeta, Marojahan juga dikenal sebagai motivator rohani yang sering memberikan seminar dan pembinaan tentang hubungan keluarga, pernikahan, dan kehidupan beriman.

Ia aktif menyebarkan pesan positif dan inspiratif, menjadikannya figur panutan baik di gereja maupun di keluarga.

Perjalanan Hidup

Selama hidupnya, Marojahan menjadi panutan bagi ketiga anaknya, terutama Jerome, yang kerap membagikan momen bersama ayahnya.

Sebelum meninggal, Marojahan sempat dirawat intensif karena kondisi usus tersumbat yang memicu komplikasi.

Pada 30 Oktober 2025, kabar duka disampaikan oleh Jehian Sijabat bahwa ayahnya telah berpulang dan kini telah bertemu dengan Tuhan, bebas dari rasa sakit.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jemaat, dan masyarakat yang pernah merasakan inspirasi dan kasih sayangnya.

Meski raganya telah tiada, semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan Marojahan akan terus hidup dalam hati banyak orang.

Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pendeta yang rendah hati, ayah yang penyayang, dan figur inspiratif bagi generasi muda.

(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#ayah Jerome Polin meninggal #Jerome Polin #pendeta #Marojahan Sintong Sijabat #berita duka #selebriti #profil