Jawa Pos Radar Madiun - Acha Septriasa, lahir dengan nama asli Jelita Septriasa di Jakarta, 1 September 1989, merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Sagitta Ahimshah dan Rita Emza.
Berdarah Minangkabau dari garis keturunan ibunya, Acha tumbuh di lingkungan yang menjunjung tinggi pendidikan dan kreativitas.
Perjalanan kariernya dimulai ketika ia menjadi finalis Gadis Sampul 2004, ajang yang membuka gerbangnya ke dunia hiburan Tanah Air.
Baca Juga: Profil Chikita Meidy, Eks Penyanyi Cilik yang Kini Jadi Pebisnis dan Influencer usai Cerai
Setahun kemudian, Acha melakukan debut film lewat Apa Artinya Cinta? (2005). Namun, namanya benar-benar melejit setelah membintangi film Heart (2006) bersama Irwansyah.
Film tersebut menjadi titik balik kariernya, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai aktris muda berbakat.
Tak hanya piawai berakting, Acha juga menunjukkan kemampuan vokalnya yang menawan melalui soundtrack film Heart dan Love is Cinta, yang hingga kini masih melekat di ingatan penikmat musik Indonesia.
Di puncak popularitasnya, Acha dikenal sebagai salah satu aktris dengan bayaran tertinggi pada masanya, dengan honor mencapai ratusan juta rupiah per proyek film. Dedikasi dan profesionalismenya menjadikannya sosok yang dihormati di industri hiburan.
Dalam bidang pendidikan, Acha menempuh studi di Limkokwing University of Creative Technology Malaysia, mengambil jurusan Komunikasi, Multimedia & Broadcasting.
Baca Juga: Tak Lagi Sendiri, Andrew Andika Nikahi Selebgram Violentina Kaif Saat Umrah Ini Profil Lengkapnya
Keputusan ini memperlihatkan komitmennya untuk menyeimbangkan karier dan pengetahuan, serta menegaskan bahwa kesuksesan baginya tak hanya di depan kamera.
Kehidupan Pribadi dan Badai Perceraian
Acha menikah dengan Vicky Kharisma pada 12 November 2016 di Jakarta. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putri bernama Bridgia Kalina Kharisma.
Setelah beberapa tahun menetap di Australia bersama keluarga kecilnya, Acha resmi bercerai pada 19 Mei 2025 lewat putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Meski berpisah, Acha memilih tetap tinggal di Australia bersama putrinya demi kenyamanan dan pendidikan yang lebih baik.
“Sense of home-nya sudah di sana … Bridgia juga nyaman dan bahagia dengan sekolahnya,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta Pusat.
Kendati menghadapi masa sulit, Acha tetap menunjukkan keteguhan dan kedewasaan. Ia menekankan pentingnya menjalani peran sebagai ibu tanpa harus meninggalkan karier dan karya.
Selain dikenal sebagai aktris dan penyanyi, Acha juga aktif dalam gerakan literasi dan pemberdayaan perempuan di industri kreatif.
Ia sering menghadiri diskusi publik dan kegiatan sosial yang menyoroti pentingnya representasi perempuan dalam dunia seni dan media.
“Aku ingin terus berkarya tanpa kehilangan peranku sebagai ibu,” ujarnya dalam wawancara bersama Elle Indonesia.
Dedikasi dan konsistensi Acha Septriasa membuktikan ia bukan sekadar bintang layar lebar. Ia tetap rendah hati di tengah sorotan dan terus berkarya dengan sepenuh hati.
Lewat kecerdasan, bakat, dan empatinya, Acha menunjukkan bahwa perempuan bisa bersinar tanpa kehilangan jati diri maupun peran pentingnya dalam hidup.
(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun