Jawa Pos Radar Madiun - Tak hanya piawai menjaga gawang, Nadeo Argawinata kini menunjukkan talenta lain di dunia musik.
Kiper Borneo FC sekaligus pemain Tim Nasional Indonesia itu berkolaborasi dengan grup musik Guyon Waton dalam lagu terbaru berjudul “Cidera Serius.”
Lagu tersebut mengangkat kisah tentang luka hati dan pengkhianatan cinta, dengan lirik bernuansa emosional khas Guyon Waton.
Kolaborasi ini langsung viral dan menarik perhatian publik karena memperlihatkan sisi lain Nadeo di luar lapangan hijau.
Nama Nadeo Argawinata sendiri dikenal luas sebagai penjaga gawang andalan Timnas.
Lahir di Kediri, 9 Maret 1997, Nadeo memiliki tinggi 187 cm dan kini memperkuat Borneo FC.
Di BRI Super League musim ini, ia mencatat 8 pertandingan, 4 clean sheet, dan 30 penyelamatan.
Meski sibuk di lapangan, Nadeo tetap meluangkan waktu untuk berkolaborasi dalam proyek musik ini.
Profil Singkat Nadeo Argawinata
Nama lengkap: Nadeo Argawinata
Tempat, tanggal lahir: Kediri, 9 Maret 1997
Tinggi badan: 187 cm
Posisi: Penjaga gawang
Klub: Borneo FC
Debut Timnas: 2021, tampil di AFF Championship dan Kualifikasi Piala Asia
Kolaborasi Guyon Waton dan Nadeo Winata sukses menjadi kejutan untuk para penikmat musik.
Sejak tiga hari dirilis, jumlah penonton video klip ini mencapai lebih dari 300 ribu di YouTube resmi Guyon Waton.
Lirik Lagu Cidera Serius - Guyon Waton feat Nadeo Winata
Guyuku mung sandiworo
Nutupi atiku sing loro
Kembali mengingat luka yang kau beri
Nganti saiki durung iso lali
Jujur kecewa berat
Tresnomu berkhianat
Mergo terlalu tulus
Atiku cidera serius
Sumpah atiku wis loro tenan
Sing tak sayang tego main belakang
Angkat tangan ku menyerah
Uwis terluka parah
Aku milih pisah
Ketimbang urip sansoyo bubrah
Jujur kecewa berat
Tresnomu berkhianat
Mergo terlalu tulus
Atiku cidera serius
Sumpah atiku wis loro tenan
Sing tak sayang tego main belakang
Angkat tangan ku menyerah
Uwis terluka parah
Aku milih pisah Ketimbang urip sansoyo bubrah
Sumpah atiku wis loro tenan
Sing tak sayang tego main belakang
Angkat tangan ku menyerah
Uwis terluka parah
Aku milih pisah
Ketimbang urip sansoyo bubrah
Aku milih pisah
(naz)
Editor : Mizan Ahsani