Jawa Pos Radar Madiun – Petualangan Denji mencari jati diri belum usai.
Dalam film terbaru Chainsaw Man: The Reze Arc, ia kembali dihadapkan pada dilema besar: memilih cinta atau menuntaskan kewajiban sebagai pembasmi iblis.
Cintanya pada Makima-san yang selama ini jadi alasan hidup, tergoyahkan oleh kehadiran Reze – gadis periang yang ditemuinya di sebuah kedai kopi Tokyo.
Reze tampak sederhana, bekerja paruh waktu setelah pulang sekolah. Namun di balik senyum lembutnya, tersimpan rahasia yang kelam.
Pertemuan mereka terasa seperti takdir.
Denji yang polos dan humoris menemukan sisi lain hidupnya—merasakan kasih, kehangatan, dan kebebasan layaknya remaja seusianya.
Tapi kisah manis itu tak bertahan lama. Reze ternyata bukan gadis biasa.
Ia adalah Bom Devil, dikirim untuk merebut jantung Pochita yang ada di tubuh Denji.
Saat penyamarannya terbongkar, Reze berubah menjadi sosok mematikan.
Dentuman ledakan dan pertempuran sengit mengguncang kota.
Denji, bersama Beam si iblis hiu, berjuang keras menghadapi Reze dan Typhoon Devil yang ikut menyerang.
Aksi keduanya berujung heroik ketika Denji menggunakan akalnya untuk menenggelamkan Reze ke laut dalam.
Namun kisah itu berakhir tragis. Reze, yang ternyata bekerja di bawah perintah Gun Devil, justru menyimpan perasaan tulus pada Denji.
Ia sempat berencana menemui Denji untuk menjelaskan semuanya.
Tapi di gang menuju kedai kopi tempat mereka biasa bertemu, langkahnya terhenti.
Makima dan Angel Devil sudah menunggunya di sana. Reze tewas, tanpa sempat mengucap salam terakhir.
Film ini bukan sekadar tentang aksi brutal antariblis, tetapi juga pergulatan batin manusia dalam mencari cinta, makna hidup, dan pengkhianatan di antara keduanya. (Miftahul Abidin-magang/her)
Editor : Hengky Ristanto