Jawa Pos Radar Madiun - Penyanyi muda Tiara Andini membagikan kisah mengejutkan tentang pengalaman pahit yang dialaminya sebagai korban pelecehan seksual oleh oknum penggemar.
Cerita tersebut ia ungkap dalam tayangan YouTube Comic 8 Revolution pada Minggu (9/11). Dalam pengakuannya, Tiara menuturkan bahwa insiden itu terjadi seusai ia tampil di sebuah acara.
Saat hendak masuk ke mobil, meski sudah dijaga ketat oleh petugas keamanan, masih ada tangan-tangan jahil yang berhasil menembus barisan penjaga.
“Waktu itu lagi ramai banget kanan kiri. Aku mau masuk ke mobil, udah dijagain sebenarnya sama guard, cuma tangannya bisa masuk, tangan aku dicubit diremet gitu,” ungkap Tiara dengan nada kecewa.
Pelantun lagu “Menjadi Dia” itu menduga pelaku mungkin bertindak karena rasa gemas, namun menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Mungkin gemas, ya, tapi ada cara lain buat nunjukin itu. Jangan sampai nyakitin atau melewati batas,” tegasnya.
Bukan Kali Pertama Tiara Dilecehkan
Lebih lanjut, Tiara mengaku bahwa kejadian tersebut bukan yang pertama kali menimpanya. Ia pernah mengalami tindakan serupa, bahkan di bagian tubuh yang seharusnya tidak boleh disentuh oleh orang lain.
“Bagian tubuh yang enggak seharusnya dipegang, aku pernah juga,” katanya.
Sejak saat itu, Tiara menjadi jauh lebih waspada ketika berada di tempat ramai. Ia bahkan memiliki kebiasaan menutup bagian dada dengan tangan setiap kali berjalan di antara kerumunan.
“Sejak kejadian itu, aku selalu refleks tutup dada kalau jalan di tempat ramai,” tambahnya.
Trauma dan Harapan Tiara untuk Penggemar
Tiara tidak menutupi rasa sedih dan marahnya atas tindakan tidak pantas tersebut. Ia mengaku syok dan kecewa karena peristiwa itu terjadi di tengah upayanya menjaga hubungan baik dengan para penggemar.
“Aku sedih banget, kaget, dan sebenarnya mau marah juga,” ucap Tiara dengan suara bergetar.
Meski begitu, penyanyi kelahiran Jember, 23 September 2001 itu berusaha untuk tetap tenang dan mengambil pelajaran dari pengalaman pahit tersebut.
Ia mengingatkan para penggemar untuk selalu menjaga sikap dan menghormati batas personal idola mereka.
“Aku paham kalau penggemar ingin foto bareng atau di-notice, tapi lakukan dengan wajar. Jangan sampai perilaku itu melukai atau bahkan jadi pelecehan,” tutupnya.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun