Jawa Pos Radar Madiun - Deafheaven kembali mengguncang dunia musik ekstrem pada 28 Maret 2025 melalui perilisan album studio keenam mereka, “Lonely People With Power”.
Rilisan ini menjadi babak baru bagi band post-metal/blackgaze asal San Francisco tersebut karena merupakan album pertama yang diterbitkan di bawah naungan Roadrunner Records.
Perpindahan label ini turut menandai arah artistik yang lebih tegas dan matang dalam perjalanan musikal mereka.
Grup ini terlebih dahulu memperkenalkan publik pada single utama bertajuk “Magnolia”, yang dilengkapi video musik bernuansa gelap arahan Chelsea Jade dan Sean Stout.
Menyusul kemudian, Deafheaven melepas single kedua “Heathen” sebagai pemanasan menuju album penuh. Untuk para kolektor, album tersebut hadir dalam berbagai format, termasuk edisi deluxe 2×LP serta beberapa varian vinyl eksklusif dengan warna terbatas.
Dengan total 12 lagu, “Lonely People With Power” memadukan atmosfer, agresi, dan narasi yang saling menguatkan.
Tiga nomor bertajuk “Incidental I, II, III” berperan sebagai interlude yang diisi vokal tamu, di antaranya Jae Matthews dan Paul Banks.
Secara tematis, album ini menggali isu-isu seperti kesendirian, relasi kuasa, pencarian identitas, hingga konflik batin manusia yang kian terasa relevan pada masa penuh tekanan sosial saat ini.
Sejumlah ulasan awal menilai bahwa album ini menandai kembalinya sisi metal yang lebih berat dari Deafheaven, terutama setelah album sebelumnya, Infinite Granite, cenderung menonjolkan estetika atmosferik dan shoegaze.
Banyak kritikus menyebutnya sebagai rilisan paling ambisius sepanjang karier mereka karena keberanian band memadukan melodi, intensitas, dan eksperimen produksi dalam satu kesatuan yang kokoh.
Lebih dari sekadar album baru, “Lonely People With Power” hadir sebagai pernyataan artistik.
Deafheaven membuktikan bahwa mereka mampu berevolusi tanpa meninggalkan akar black metal yang membentuk identitas mereka sejak awal.
Dengan kolaborasi menarik, kualitas produksi yang mengesankan, serta energi yang solid, album ini berpotensi menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam katalog mereka. (fin)
Editor : AA Arsyadani