Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Episode Baru One Punch Man Banjir Kritik, Animasi Disebut Paling Buruk

Hengky Ristanto • Rabu, 19 November 2025 | 00:30 WIB
Episode terbaru One Punch Man panen kritik dari fans dan mendapatkan rating rendah.
Episode terbaru One Punch Man panen kritik dari fans dan mendapatkan rating rendah.

Jawa Pos Radar Madiun - Episode terbaru One Punch Man (OPM) kembali menuai kritik keras dari penggemar.

Episode keenam yang mengisahkan persiapan pertempuran antara para pahlawan kelas S dan Asosiasi Monster itu dinilai memiliki kualitas animasi di bawah standar.

Gerak karakter minim, desain tokoh tidak konsisten, hingga banyak adegan terlihat seperti “freeze frame”.

Padahal episode ini memuat adegan penting: rapat rahasia para pahlawan, kemunculan Amai Mask, hingga humor khas King.

Namun, semuanya dinilai kurang hidup akibat kualitas animasi yang dianggap tidak karuan.

Kritik fans semakin kuat setelah muncul informasi internal bahwa studio hanya diberi waktu enam bulan untuk menggarap keseluruhan musim ketiga.

Rentang waktu yang pendek itu turut dianggap menjadi penyebab anjloknya kualitas.

Salah satu keluhan muncul dari pengguna Facebook Art Abls.

“Padahal tinggal lihat referensi dari manga, tapi animatornya emang bu*ik skill-nya… Di manga, baju Genos bikin perutnya kelihatan sixpack, di anime malah kebalikannya… Kocakk,” tulisnya.

Keluhan tersebut merujuk pada adegan Genos yang dalam manga digambarkan dengan desain futuristik dan detail tinggi, tetapi versi anime dianggap jauh berbeda.

Di platform lain, akun Keith Dinis menyindir cara studio menangani OPM.

“I still laugh how everyone… make fun comments… we got ‘my anime is kinda frameless’ in different languages,” tulisnya sembari memparodikan meme IShowSpeed.

Kritik serupa juga ramai di kolom komentar Youtube Muse Indonesia.

Penonton menyebut animasinya “repetisi gerak sedikit kemudian freeze—dialog—freeze lagi”.

Ada yang menyindir bahwa adegan lebih banyak menampilkan “tembok apartemen Saitama” daripada aksi karakter.

Padahal, menurut alur manga, episode ini seharusnya menjadi titik awal memanasnya konflik besar para pahlawan kelas S melawan para eksekutif Monster.

Selain itu, muncul pula fakta lain yang memperkuat kekecewaan fans. J.C. Staff disebut hanya memiliki waktu produksi enam bulan sejak episode pertama tayang.

Studio bahkan dikabarkan sempat merekrut animator lepas, termasuk Vann Oba.

Namun tak lama bekerja sama, Vann Oba mengeluarkan pernyataan bahwa buruknya hasil animasi kemungkinan berasal dari manajemen produksi yang melibatkan terlalu banyak freelancer, sehingga kualitas tidak stabil.

Gelombang kritik ini memperpanjang perjalanan buruk adaptasi anime OPM yang sejak musim kedua sudah disorot karena kualitas visual yang tak lagi selevel dengan manga karya Yusuke Murata. (Miftahul Abidin/her)

Editor : Hengky Ristanto
#One Punch Man #Saitama #kritik anime #OPM episode 6 #JC Staff #animasi buruk OPM #review OPM terbaru #Yusuke Murata #Genos