Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil Snickers And The Chicken Fighter: Band Legendaris Punk dari Malang yang Nggak Pernah Padam sejak 1999!

Dani Erwanto • Rabu, 26 November 2025 | 15:20 WIB

 

Snickers And The Chicken Fighter
Snickers And The Chicken Fighter

Jawa Pos Radar Madiun - Snickers And The Chicken Fighter (SATCF) adalah salah satu band punk paling konsisten yang lahir dari Kota Malang.

Dibentuk pada akhir 1999, SATCF tumbuh dari skena lokal yang sederhana hingga menjadi salah satu band yang diperhitungkan di ranah punk melodi Indonesia.

Saat pertama kali berdiri, formasinya masih minimalis: Aditya (vokal & bass) dan Jefry (gitar) menjadi motor utama band.

Seiring berjalannya waktu, tambahan personel pun memperkuat warna musik mereka.

Cahaya (gitar) bergabung sekitar 2002, sementara Jaka mengisi posisi drummer dan menjadi bagian inti. SATCF juga sempat menggandeng pemain keyboard, Oneding/Nedink, yang menambah lapisan sound segar pada lagu-lagu mereka.

Akar Melodic Punk yang “Versatile”

Secara musikal, SATCF dikenal sebagai band melodic punk.

Namun, mereka tidak pernah membatasi diri.

Dalam proses kreatif, mereka menjelajah ska punk, hardcore, blues, hingga rap. Menurut Aditya, melodic punk adalah genre yang sangat fleksibel.

“Genre melodic punk itu versatile, bisa berkembang ke mana saja,” ujar Adit, sambil menyebut pengaruh besar dari NOFX, Rancid, The Mighty Mighty Bosstones, hingga musisi ska dan hip-hop.

Mereka memulai perjalanan musik dari studio Antz di Malang, tampil dari panggung komunitas, gig sekolah, hingga acara skena punk.

Konsistensi inilah yang membuat nama SATCF terus bergaung di skena underground.

Baca Juga: Kelelawar Malam: Band Metal Punk Jakarta Ini Piawai Gabungkan Kecepatan Punk, Riff Metal Berat, dan Lirik Horor soal Alam, Manusia, dan Isu Sosial

Langkah Besar dan Diskografi

Di tahun 2012, SATCF memperluas kiprahnya dengan mengikuti ajang “Hard Rock Rising Star – The Global Battle Band” di Jakarta.

Mereka tampil kompetitif berdampingan dengan band-band besar dari berbagai daerah.

Beberapa rilisan penting mereka antara lain:

Baca Juga: CBGB: Klub Legendaris New York Pencetus Musik Punk dan Rock Alternatif dengan Filosofi 'No Covers, Play Your Own Music'

Album 'Retorika': Bukti Kedewasaan Musik

Momentum penting terjadi pada 2017 ketika mereka merilis album kedua berjudul Retorika.

Album ini menandai evolusi musik SATCF. Meski akar mereka tetap punk, mereka memasukkan warna-warna pop-punk, melodic core, hingga ska dub ala California.

Beberapa lagu yang melekat dengan nama SATCF antara lain:

Baca Juga: Ini Dia Asal-Usul Vans Warped Tour: Festival Punk Legendaris yang Jadi Saksi Bisu Perjalanan Karir Band Idola Lo!

Skena Malang dan Jejak Panjang SATCF

SATCF sering disebut sebagai salah satu pelestari skena punk melodi Malang.

Mereka aktif di berbagai showcase dan event seperti Rockaroma, selalu menghadirkan energi panggung yang matang dan karakter sound yang mudah dikenali.

Meski berakar di scene underground, SATCF tidak berhenti bermimpi lebih besar.

Album-album mereka, eksplorasi musik lintas genre, serta konsistensi performa menjadi bukti bahwa mereka tidak hanya sekadar bertahan namun terus berkembang.

Dari nama yang unik, musik yang ekspresif, hingga dedikasi yang tidak pernah meredup, Snickers And The Chicken Fighter adalah bukti bahwa punk di Indonesia masih hidup, liar, dan penuh warna. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#musik indonesia #Snickers And The Chicken Fighter #SATCF #melodic punk #band punk