Jawa Pos Radar Madiun - Snickers And The Chicken Fighter (SATCF) adalah salah satu band punk paling konsisten yang lahir dari Kota Malang.
Dibentuk pada akhir 1999, SATCF tumbuh dari skena lokal yang sederhana hingga menjadi salah satu band yang diperhitungkan di ranah punk melodi Indonesia.
Saat pertama kali berdiri, formasinya masih minimalis: Aditya (vokal & bass) dan Jefry (gitar) menjadi motor utama band.
Seiring berjalannya waktu, tambahan personel pun memperkuat warna musik mereka.
Cahaya (gitar) bergabung sekitar 2002, sementara Jaka mengisi posisi drummer dan menjadi bagian inti. SATCF juga sempat menggandeng pemain keyboard, Oneding/Nedink, yang menambah lapisan sound segar pada lagu-lagu mereka.
Akar Melodic Punk yang “Versatile”
Secara musikal, SATCF dikenal sebagai band melodic punk.
Namun, mereka tidak pernah membatasi diri.
Dalam proses kreatif, mereka menjelajah ska punk, hardcore, blues, hingga rap. Menurut Aditya, melodic punk adalah genre yang sangat fleksibel.
“Genre melodic punk itu versatile, bisa berkembang ke mana saja,” ujar Adit, sambil menyebut pengaruh besar dari NOFX, Rancid, The Mighty Mighty Bosstones, hingga musisi ska dan hip-hop.
Mereka memulai perjalanan musik dari studio Antz di Malang, tampil dari panggung komunitas, gig sekolah, hingga acara skena punk.
Konsistensi inilah yang membuat nama SATCF terus bergaung di skena underground.
Langkah Besar dan Diskografi
Di tahun 2012, SATCF memperluas kiprahnya dengan mengikuti ajang “Hard Rock Rising Star – The Global Battle Band” di Jakarta.
Mereka tampil kompetitif berdampingan dengan band-band besar dari berbagai daerah.
Beberapa rilisan penting mereka antara lain:
-
EP “White Lies” (2005)
-
EP “Flower in December” (2006)
-
Compilation Between Skating and Punk (2010)
-
Album “Snickers And The Chicken Fighter” (2011) — berisi 14 lagu yang kuat dengan sentuhan punk era 90-an.
Album 'Retorika': Bukti Kedewasaan Musik
Momentum penting terjadi pada 2017 ketika mereka merilis album kedua berjudul Retorika.
Album ini menandai evolusi musik SATCF. Meski akar mereka tetap punk, mereka memasukkan warna-warna pop-punk, melodic core, hingga ska dub ala California.
Beberapa lagu yang melekat dengan nama SATCF antara lain:
-
Hilang — lagu populer dengan video klip yang banyak ditonton.
-
Salah — diputar luas di berbagai gig.
-
Nothing’s For Real — dengan sentuhan ska/melodic punk.
-
Inside My Head — reflektif dan melodius, khas gaya SATCF.
Skena Malang dan Jejak Panjang SATCF
SATCF sering disebut sebagai salah satu pelestari skena punk melodi Malang.
Mereka aktif di berbagai showcase dan event seperti Rockaroma, selalu menghadirkan energi panggung yang matang dan karakter sound yang mudah dikenali.
Meski berakar di scene underground, SATCF tidak berhenti bermimpi lebih besar.
Album-album mereka, eksplorasi musik lintas genre, serta konsistensi performa menjadi bukti bahwa mereka tidak hanya sekadar bertahan namun terus berkembang.
Dari nama yang unik, musik yang ekspresif, hingga dedikasi yang tidak pernah meredup, Snickers And The Chicken Fighter adalah bukti bahwa punk di Indonesia masih hidup, liar, dan penuh warna. (fin)