Jawa Pos Radar Madiun - Kehadiran Tya Ariestya di rumah duka mendiang Gary Iskak justru memicu perdebatan.
Sebagai sahabat lama Gary dan Richa Novisha, Tya datang menyampaikan belasungkawa setelah sang aktor meninggal akibat kecelakaan tunggal di Jakarta Selatan pada 29 November lalu.
Momen takziahnya itu kemudian ia bagikan melalui unggahan foto dan video di Instagram.
Dalam postingan tersebut, Tya tampak menemui Richa yang masih berada dalam masa berkabung.
Ia menuliskan ucapan duka dan doa agar mendiang Gary mendapat tempat terbaik.
Tya juga menyebut bahwa Richa terlihat kuat, tegar, dan dikelilingi sahabat-sahabat yang tulus memberikan dukungan.
Namun niat baik itu justru berubah menjadi sorotan. Beberapa foto yang menampilkan Tya berpose bersama Richa dinilai tidak tepat oleh sebagian warganet.
Mereka menganggap momen duka seharusnya dijaga privasinya, bukan dijadikan konten foto yang kemudian diunggah ke media sosial.
Komentar bernada kritik pun mulai bermunculan.
Sebagian netizen menilai kehadiran kamera di situasi duka terasa janggal, apalagi jika ekspresi dalam foto tampak tersenyum.
Menurut mereka, dokumentasi berlebihan di masa berduka justru memberi kesan kurang sensitif terhadap keluarga yang sedang kehilangan.
Ada juga yang menyoroti fenomena selebritas yang dianggap selalu terdorong untuk mengambil foto dalam berbagai situasi, termasuk saat takziah.
Kritik itu semakin ramai setelah beberapa pengguna Instagram mengingatkan bahwa mengekspos suasana duka bukanlah hal yang perlu dinormalisasi.
Di tengah pro dan kontra, unggahan Tya tetap mendapat dukungan dari sebagian pengikutnya yang memahami niatnya datang sebagai sahabat.
Namun polemik tersebut kembali membuka perbincangan mengenai batasan etika dokumentasi di ruang duka, terutama bagi publik figur. (naz)
Editor : Mizan Ahsani