Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sultan Madura Ramai Dibahas, Soroti Penilaian D’Academy 7 yang Dinilai Kurang Adil

Satrio Jati • Sabtu, 13 Desember 2025 | 03:56 WIB
Penampilan luar biasa dari para kontestas Dangdut Academy 7 tadi malam.
Penampilan luar biasa dari para kontestas Dangdut Academy 7 tadi malam.

Jawa Pos Radar Madiun - Program pencarian bakat Dangdut Academy 7 di Indosiar tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sejumlah warganet menyoroti sistem penjurian yang dinilai belum sepenuhnya adil.

Perdebatan pun mencuat setelah para juri memberikan klarifikasi melalui akun media sosial masing-masing, memicu respons pro dan kontra dari penonton.

Di tengah polemik tersebut, perhatian publik turut tertuju pada salah satu pendukung peserta yang dikenal dengan julukan Sultan Madura.

Sosok perempuan bernama Risma itu ramai diperbincangkan setelah menyampaikan pandangannya terkait mekanisme penilaian di D’Academy 7.

Risma menilai sistem penjurian perlu dievaluasi agar lebih objektif.

Menurut pandangannya, proses penilaian akan terasa lebih adil jika sepenuhnya berada di tangan juri tanpa dipengaruhi dukungan virtual gift.

Pendapat tersebut justru menuai banyak dukungan dari warganet yang memiliki pandangan serupa.

Viralnya nama Sultan Madura membuat publik penasaran dengan latar belakang Risma.

Diketahui, Risma yang juga dikenal sebagai Risma Catering Makkah merupakan pengusaha sukses asal Indonesia berdarah Madura yang kini menetap di Arab Saudi.

Perjalanan hidup Risma terbilang tidak mudah.

Ia mengawali kisahnya sebagai Tenaga Kerja Wanita di Arab Saudi.

Risma mengaku hijrah ke Makkah sejak masih kecil, mengikuti orang tuanya saat duduk di bangku kelas lima sekolah dasar, dan tidak sempat menuntaskan pendidikan formal.

Dari titik tersebut, Risma merintis usaha secara bertahap.

Ia memulai dengan berdagang kecil-kecilan hingga berjualan kaki lima.

Seiring waktu, ia menyewa sebuah kafetaria kecil di hotel sebelum akhirnya mampu membangun bisnis katering berskala besar.

Bisnis utama Risma berfokus pada layanan katering masakan Indonesia untuk jemaah haji dan umrah.

Selain itu, ia juga mengembangkan usaha camilan khas Nusantara seperti rengginang, kacang telur, peyek, dan kerupuk yang dipasarkan ke berbagai toko milik warga Indonesia di Arab Saudi.

Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, Risma dikenal sebagai figur inspiratif yang berhasil membangun usaha secara otodidak hingga meraih kesuksesan besar.

Ia bahkan disebut-sebut mampu meraup penghasilan fantastis dan mengembangkan lini usaha lain, termasuk perusahaan perjalanan umrah serta kafe yang dikelolanya. (rio/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#d'academy #sultan #Penjurian #DA7 #Viral #madura #dangdut academy #profil