Jawa Pos Radar Madiun – Drama China atau C-Drama kian menguat posisinya di layar kaca dan platform streaming sepanjang 2025.
Produksi yang lebih rapi, variasi genre yang melebar, serta durasi episode yang relatif panjang membuat perhatian penonton terus bertahan.
Data MyDramaList menempatkan sejumlah judul di papan atas berdasarkan respons audiens global.
1. The First Frost (Rating 8.9)
Menempati posisi puncak, The First Frost menjadi drama romansa yang paling banyak dibicarakan tahun ini.
Disutradarai Chu Yuning dan dibintangi Bai Jingting serta Zang Ruonan, drama ini diadaptasi dari novel karya Zhu Yi.
Cerita tentang dua sahabat lama yang kembali bertemu setelah terpisah waktu bergerak pada lapisan luka masa lalu, proses penyembuhan, dan momen emosional yang dibangun perlahan.
2. The Best Thing (Rating 8.7)
Romansa bernuansa lembut menjadi kekuatan The Best Thing. Kisah Shen Xi Fan, manajer hotel yang mengalami gangguan tidur, dan He Su Ye, dokter pengobatan tradisional dengan trauma pribadi, berkembang dari relasi pasien-dokter menjadi kedekatan emosional.
Alur yang tenang dan visual yang estetik menjadikannya salah satu tontonan paling menenangkan tahun ini.
3. The Guardian of the Dafeng (Rating 8.7)
Dibintangi Dylan Wang dan Tian Xiwei, drama fantasi-petualangan ini memadukan misteri, komedi, dan elemen supernatural.
Ceritanya mengikuti pria modern yang bereinkarnasi ke dunia mistis Dinasti Da Feng sebagai petugas patroli malam. Kasus-kasus unik dan aksi yang ritmis menjadi daya tarik utama bagi penonton.
4. Always Home (Rating 8.6)
Always Home mengangkat tema persahabatan remaja dengan pendekatan slice of life.
Tiga sahabat SMA—Chen Huan Er, Jing Qi Chi, dan Song Cong—tumbuh dewasa di tengah dinamika keluarga dan pengalaman cinta.
Narasi yang manis dan emosional memberi ruang bagi cerita yang terasa dekat dan realistis.
4. Flourished Peony (Rating 8.6)
Berlatar Dinasti Tang, Flourished Peony menampilkan kisah pemberdayaan perempuan melalui perjalanan He Wei Fang membangun bisnis bunga peony.
Diperankan Yang Zi dan Li Xian, drama ini memadukan visual megah dengan intrik politik serta tema feminisme yang disajikan elegan.
Popularitasnya mendorong produksi sekuel berjudul In the Name of Blossom.
Editor : Ockta Prana Lagawira