Jawa Pos Radar Madiun - Duo coldwave/darkwave asal Yogyakarta, COLDVVAVE, resmi kembali ke radar skena musik independen Indonesia lewat single terbaru bertajuk “A Soul That’s Lost Its Shine”.
Rilisan ini menjadi penanda kebangkitan mereka setelah beberapa tahun nyaris senyap dari perilisan besar dan comeback ini terasa gelap, personal, sekaligus relevan dengan kegelisahan zaman.
COLDVVAVE merupakan proyek kolaborasi Yogi Obluda (Jurumeya) dan Indra Menus (To Die), dua nama yang sudah lama dikenal di lingkar musik eksperimental Jogja.
Sejak awal, COLDVVAVE konsisten meramu lanskap bunyi coldwave yang muram, atmosferik, dan emosional, dengan akar kuat pada post-punk 80-an, darkwave, serta sentuhan industrial elektronik.
Untuk single terbarunya, COLDVVAVE kembali melibatkan kolaborator lama.
Yudhabrot (Temaram/Narcholocos) mengisi gitar, sementara Adit Anjay (CHAIN/LKTDOV/Paramex) menangani bass dalam proses rekaman.
Produksi musik digarap oleh Yogi Obluda menggunakan perangkat elektronik berbasis digital, sedangkan Indra Menus menyalurkan vokal dan lirik yang reflektif, menelusuri bayang-bayang memori serta kehampaan batin.
Secara tematik, “A Soul That’s Lost Its Shine” berbicara tentang jiwa yang kehilangan kilau tentang keterasingan, kelelahan emosional, dan pencarian arah hidup di tengah tekanan modern.
Nuansa lagunya dingin dan menghimpit, namun justru terasa dekat bagi pendengar yang tengah bergulat dengan perasaan serupa.
Yang membuat rilisan ini semakin istimewa, COLDVVAVE memilih format 7 inci flexi disc vinyl dalam jumlah terbatas.
Keputusan ini bukan sekadar romantisme fisik, melainkan penegasan estetika gelap dan nilai kolektibilitas yang kuat.
Rilisan fisik tersebut tersedia melalui kontak langsung di kanal media sosial resmi band.
Dari sisi musikal, COLDVVAVE tetap setia pada identitasnya: elektronik muram berpadu dengan riff gitar berat dan struktur lagu yang intens.
Musik mereka berhasil menjembatani nuansa retro coldwave klasik dengan pendekatan produksi kontemporer, menjadikannya relevan bagi pendengar lama maupun generasi baru penikmat musik gelap.
Lewat single ini, COLDVVAVE tidak hanya menandai kembalinya mereka ke skena, tetapi juga menegaskan bahwa suara gelap dari Jogja masih punya ruang penting untuk berbicara dengan jujur, sunyi, dan menggema lebih lama dari sekadar satu lagu. (fin)
Editor : AA Arsyadani