Jawa Pos Radar Madiun - Penunjukan Soleh Solihun sebagai juri Indonesian Idol musim ke-14 langsung menyita perhatian publik.
Sosok yang dikenal lugas, kritis, dan kerap melontarkan komentar tajam itu dipercaya mengisi kursi juri yang sebelumnya ditempati Anang Hermansyah.
Keputusan ini dinilai bukan sekadar menghadirkan sensasi. Kehadiran Soleh justru membawa perspektif baru dalam penilaian kontestan, terutama dalam melihat karakter, keunikan, dan daya tahan seorang penyanyi di industri musik.
Bukan Musisi, Tapi Berakar Kuat di Dunia Musik
Meski tidak dikenal sebagai musisi, Soleh Solihun memiliki rekam jejak panjang di dunia musik dan budaya populer.
Ia mengawali karier sebagai jurnalis di sejumlah media ternama seperti Trax, Playboy Indonesia, dan Rolling Stone Indonesia.
Pengalaman tersebut membentuk kepekaan Soleh dalam membaca kualitas karya, kejujuran artistik, hingga orisinalitas seorang performer.
Pada 2006, ia meraih Anugerah Adiwarta Sampoerna untuk kategori tulisan feature seni dan budaya—pengakuan atas kapasitasnya sebagai pengamat industri kreatif.
Kritikus Musik dengan “Mulut Beracun”
Nama Soleh makin dikenal luas setelah terjun ke dunia stand-up comedy pada 2011.
Di panggung komedi, ia membangun reputasi sebagai pengamat sosial dengan daya observasi tajam dan keberanian menyampaikan kritik secara terbuka.
Gaya bicara blak-blakan inilah yang membuatnya dijuluki “Si Mulut Beracun.
Julukan tersebut bukan sekadar gimmick, melainkan refleksi konsistensinya menyampaikan penilaian jujur—sesuatu yang dinilai relevan dalam ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol.
Aktor, Penulis, Sutradara
Tak berhenti di komedi, Soleh juga aktif di dunia film. Ia terlibat sebagai aktor dalam sejumlah film populer seperti Cinta Brontosaurus, Comic 8: Casino Kings, Hangout, Ngeri-Ngeri Sedap, hingga Agak Laen.
Di balik layar, Soleh tercatat sebagai penulis naskah Mau Jadi Apa? dan Reuni Z, serta sutradara Star Syndrome dan Harta Tahta Raisa.
Pengalaman lintas peran ini memberinya pemahaman utuh tentang proses kreatif dan tuntutan profesional di industri hiburan.
Perspektif yang Dibutuhkan Indonesian Idol
Dalam beberapa tahun terakhir, Soleh juga aktif mengisi berbagai podcast populer. Konsistensinya menyampaikan pandangan secara jujur dan berimbang memperkuat citranya sebagai figur yang tidak mudah terjebak basa-basi.
Kehadirannya di meja juri Indonesian Idol diharapkan mampu menyeimbangkan penilaian teknis vokal dengan aspek karakter, keunikan personal, dan kesiapan mental kontestan menghadapi kerasnya industri musik.
Soleh didapuk sebagai juri bersama Vincent Rompies, Sal Priadi, dan Reza Arap, melengkapi jajaran nama lama seperti Rossa, Judika, Maia Estianty, dan Bunga Citra Lestari.
Banyak penonton menantikan komentar tajam khas Soleh—komentar yang bukan sekadar menghibur, tetapi memberi arah.
Editor : Ockta Prana Lagawira