Jawa Pos Radar Madiun - Dunia perfilman Korea Selatan berduka. Aktor veteran Ahn Sung-ki meninggal dunia pada Senin pagi (6/1), pukul 09.00 waktu setempat, di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Universitas Soonchunhyang, Seoul.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Artist Company, agensi yang menaungi Ahn Sung-ki. Sang aktor berpulang dalam usia 74 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam sejarah sinema Korea Selatan.
"Artist Company sangat berduka atas berita mendadak ini. Kami berdoa untuk arwah almarhum dan menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga yang ditinggalkan," demikian pernyataan resmi agensi.
Dalam pernyataannya, Artist Company menyebut Ahn Sung-ki sebagai “aktor nasional” dalam arti yang sebenarnya, sebuah gelar yang mencerminkan dedikasi dan pengaruh besarnya di dunia seni peran.
Agensi juga menegaskan bahwa Ahn Sung-ki dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi martabat dan tanggung jawab sebagai manusia.
Ia selalu menunjukkan rasa hormat kepada para seniman senior, junior, serta seluruh kru di lokasi syuting.
Menurut laporan Korea Times, Ahn Sung-ki meninggal dunia didampingi anggota keluarganya yang setia berada di sisinya selama menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sebelumnya, aktor legendaris ini dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah pingsan di kediamannya pada 30 Desember 2025.
Ahn Sung-ki diketahui didiagnosis kanker darah pada tahun 2019. Setelah menjalani serangkaian perawatan, kondisinya sempat dinyatakan remisi pada 2020.
Namun, dalam pemantauan lanjutan, penyakit tersebut kembali muncul dan sejak itu ia terus berjuang melawan kondisi kesehatannya hingga akhir hayat.
Lahir pada tahun 1952, Ahn Sung-ki telah mengenal dunia film sejak usia dini.
Ia memulai kariernya sebagai aktor cilik lewat film The Twilight Train karya sutradara Kim Ki-young pada tahun 1957.
Selama lebih dari enam dekade berkarya, Ahn Sung-ki tampil dalam lebih dari 140 film dan mengoleksi lebih dari 40 penghargaan, menjadikannya salah satu aktor paling produktif dan berpengaruh dalam sejarah perfilman Korea Selatan.
Namanya melejit lewat film ikonik A Fine, Windy Day (1980), yang mengantarkannya meraih penghargaan Aktor Pendatang Baru Terbaik di ajang Daejong Film Awards.
Sejak itu, Ahn Sung-ki terus tampil dalam deretan film penting yang membentuk wajah sinema Korea modern.
Beberapa karya terkenalnya antara lain Chilsu and Mansu, Two Cops, Nowhere to Hide, Silmido, hingga Radio Star.
Lewat peran-perannya, Ahn Sung-ki tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi saksi dan pembentuk perkembangan industri film Korea Selatan.
Kepergian Ahn Sung-ki meninggalkan duka mendalam, namun warisan karya dan keteladanannya akan terus hidup dalam ingatan penonton dan generasi sineas berikutnya. (fin)
Editor : AA Arsyadani