Jawa Pos Radar Madiun - Film laga terbaru The Forbidden City menghadirkan perpaduan tak biasa antara thriller kriminal Italia dan drama balas dendam bela diri China.
Berlatar di kawasan multikultural Piazza Vittorio, Roma, film ini menyuguhkan ketegangan, konflik budaya, sekaligus pertarungan tanpa kompromi.
Disutradarai oleh Gabriele Mainetti, sineas di balik They Call Me Jeeg Robot dan Freaks Out, film ini menjadi gebrakan baru dalam genre aksi Eropa.
Sinopsis: Dua Orang Asing, Satu Takdir Berbahaya
Kisahnya mengikuti Mei, perempuan misterius yang datang ke Roma untuk mencari saudara perempuannya yang hilang. Di tengah pencarian itu, ia bertemu Marcello, pria muda yang juga tengah berusaha menemukan ayahnya yang menghilang akibat persoalan keluarga dan utang.
Sinopsis resminya menyebutkan:
“Takdir mengikat mereka ketika terlempar ke dunia bawah tanah kriminal Roma yang berbahaya. Untuk bertahan hidup, mereka harus bertarung berdampingan dalam petualangan berisiko tinggi tanpa ampun melawan geng brutal sekaligus menghadapi prasangka dan batasan budaya yang mengakar.”
Dari gang sempit hingga wilayah kumuh Roma, keduanya terjebak dalam pusaran kekerasan mafia dan konflik sosial yang mematikan.
Debut Peran Utama Yaxi Liu
Film ini dibintangi Yaxi Liu, atau Liu Yaxi dalam urutan nama Mandarin. Ia sebelumnya dikenal sebagai pemeran pengganti Liu Yifei dalam film live-action Mulan produksi Disney.
The Forbidden City menjadi debutnya sebagai pemeran utama dan menjadi panggung pembuktian kemampuannya sebagai bintang laga.
Yaxi Liu beradu akting dengan sejumlah aktor Italia ternama, seperti: Enrico Borello, Sabrina Ferilli, Marco Giallini, dan Luca Zingaretti.
Dengan durasi 139 menit, film ini menghadirkan rangkaian adegan pertarungan cepat, koreografi tajam, dan penyuntingan dinamis yang memanjakan pencinta film aksi.
Perpaduan Langka: Mafia Italia dan Kung Fu China
Keunggulan film ini bukan hanya pada adegan laga yang solid, tetapi juga pada identitasnya sebagai produksi Italia yang mengusung estetika dan filosofi kung fu China.
Hasilnya adalah kombinasi langka: thriller kriminal Eropa bertemu drama balas dendam bela diri Asia dalam satu kemasan sinematik.
Film ini juga menjadi Official Selection di Fantasia International Film Festival dan Fantastic Fest, memperkuat reputasinya sebagai salah satu film aksi internasional paling dinanti tahun ini. (fin)
Editor : AA Arsyadani