Jawa Pos Radar Madiun - Band emo/indie rock/math rock asal Malang, Jawa Timur, Beeswax, kembali menyapa pendengar lewat rilisan spesial.
Pada 13 Februari 2026, mereka resmi merilis ulang single berjudul THE BRIDGE OF THE EMPTYNESS, yang kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital.
Rilisan ini hadir melalui label Yallfears dengan lisensi eksklusif dari Collab Asia Music, menandai fase baru dalam perjalanan musikal Beeswax.
Lagu Lama, Nafas Baru
Menariknya, “THE BRIDGE OF THE EMPTYNESS” bukan materi sepenuhnya baru. Lagu ini pertama kali diperkenalkan dalam EP debut mereka, First Step (2014).
Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Beeswax menghadirkannya kembali dengan aransemen yang lebih matang serta kualitas produksi yang jauh lebih presisi dibanding versi awalnya.
Versi terbaru ini mengusung tempo yang lebih lambat dengan karakter indie rock emo yang tetap menjadi identitas mereka.
Nuansa segar ditambahkan tanpa menghilangkan esensi emosional yang sudah melekat kuat pada lagu tersebut.
Video Klip Spesial di Hari Kasih Sayang
Tak hanya merilis ulang lagu, Beeswax juga menghadirkan video klip resmi yang tayang pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan momen Valentine’s Day.
Visualisasi ini memperdalam makna lagu dengan menampilkan representasi hubungan dan tantangan kehidupan nyata.
Dalam video tersebut, Beeswax menggandeng solois Steffani BPM bersama keluarga kecilnya. Pendekatan ini memberikan sudut pandang berbeda, bahwa lagu ini bukan sekadar tentang romantisme, melainkan tentang tanggung jawab, perjuangan, dan dinamika kehidupan setelah fase cinta yang manis berlalu.
Pembuka Menuju Album Penuh Ke-4
Rilis ulang “THE BRIDGE OF THE EMPTYNESS” juga menjadi gerbang menuju album penuh ke-4 Beeswax. Album ini nantinya akan memuat remix serta versi terbaru dari lagu-lagu lama mereka, termasuk materi dari EP First Step dan album Growing Up Late.
Proyek ini diharapkan mampu membangkitkan nostalgia pendengar lama sekaligus memperkenalkan evolusi musik Beeswax kepada generasi baru penikmat musik alternatif.
Jembatan Masa Lalu dan Masa Kini
Dengan langkah ini, Beeswax menunjukkan bahwa karya lama pun bisa tetap relevan ketika dihidupkan kembali dengan perspektif baru.
“THE BRIDGE OF THE EMPTYNESS” bukan hanya rilis ulang, tetapi menjadi simbol perjalanan, sebuah jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan musik mereka.
Bagi penggemar emo dan indie rock Indonesia, rilisan ini adalah bukti bahwa Beeswax masih menjadi salah satu nama penting di skena alternatif yang terus berkembang tanpa kehilangan identitas. (fin)
Editor : AA Arsyadani