Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cherish Sajikan Kisah Cinta Terpendam dan Hangatnya Arti Pulang

Dani Erwanto • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:33 WIB

 Dua lagu, dua rasa sepi, satu debut penuh kejujuran dari band asal Yogyakarta, Cherish.
Dua lagu, dua rasa sepi, satu debut penuh kejujuran dari band asal Yogyakarta, Cherish.

Jawa Pos Radar Madiun - Unit pop asal Yogyakarta, Cherish, resmi membuka perjalanan musikal mereka lewat maxi single bertajuk Silent Admirer / Favorite Bar yang dirilis pada 2 Desember 2025.

Debut ini langsung menampilkan dua nomor yang sangat personal: Silent Admirer dan Favorite Bar. Keduanya mengangkat tema hubungan, kerinduan, dan kehangatan yang lahir dari kesunyian yang dibalut aransemen pop intim yang manis sekaligus melankolis.

Dua lagu, dua rasa sepi, namun sama-sama terasa hangat.

“Silent Admirer”: Tentang Cinta yang Memilih Diam

Jika banyak lagu berbicara tentang friendzone, Silent Admirer justru menjadi antitesisnya. Ini bukan soal ditolak, tapi tentang keputusan sadar untuk tetap diam.

Lagu ini mengisahkan seseorang yang mencintai sahabatnya sendiri, namun memilih menyimpan perasaan demi menjaga hubungan yang sudah ada. Ada teriakan “I love you” yang tak pernah benar-benar keluar yang hanya dipendam dalam senyum dan percakapan biasa.

Cherish membungkus patah hati paling tenang ini dengan aransemen lembut dan vokal yang terasa jujur. Lagu ini seperti soundtrack bagi mereka yang terlihat baik-baik saja, padahal hatinya sedang bergejolak.

Mencintai tanpa berharap, mengagumi tanpa memiliki.

“Favorite Bar”: Pulang yang Ternyata Bukan Tempat

Dari keheningan perasaan, pendengar diajak masuk ke ruang nostalgia lewat Favorite Bar. Lagu ini berangkat dari rasa putus asa, lalu perlahan menemukan titik terang lewat kenangan sederhana, sebuah bar favorit dan sahabat lama.

Namun, di balik suasana hangat itu, muncul kesadaran pahit: selama ini sang narator hanya “hidup sekadar hidup.”

Favorite Bar menjadi pengingat bahwa rumah bukan sekadar bangunan atau lokasi tertentu. Rumah adalah seseorang yang selalu ada, bahkan ketika kita memilih menjauh. Lagu ini terasa seperti pelukan hangat di tengah malam. Sempurna untuk menemani segelas minuman murah dan pikiran yang tak ingin pulang.

Baca Juga: TPP ASN Kota Madiun Belum Cair Dua Bulan, Pemkot Tunggu Izin Kemendagri

Debut yang Menjanjikan

Cherish digawangi oleh Jane (vokal), Zul (gitar), Yudha (gitar), Amik (bass), Gaby (keys), dan Hafid (drum). Lewat maxi single ini, mereka memperkenalkan identitas pop yang jujur, intim, dan tidak berlebihan.

“Silent Admirer / Favorite Bar” bukan hanya perkenalan, tetapi pernyataan sikap: bahwa musik pop bisa tetap sederhana namun menyentuh, ringan tapi menyimpan makna dalam.

Debut ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi Cherish—sebuah perjalanan yang tampaknya akan dipenuhi cerita-cerita personal yang dekat dengan keseharian banyak orang. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#musik indie #cherish