Jawa Pos Radar Madiun - Unit metal/chaotic hardcore asal Bandung, ALICE, kembali menggebrak skena musik keras Indonesia lewat EP terbaru bertajuk “Derai” yang resmi dirilis pada 13 Februari 2026.
Meski hanya berdurasi sekitar delapan menit, rilisan ini menghadirkan energi padat dan atmosfer gelap yang langsung terasa sejak detik pertama.
EP tersebut dirilis melalui Disaster Records, menjadi penanda babak baru dalam perjalanan musikal ALICE yang selama ini dikenal dengan pendekatan musik liar, intens, dan penuh eksplorasi.
Tiga Lagu Singkat dengan Intensitas Tinggi
Dalam EP “Derai”, ALICE menghadirkan tiga komposisi yang masing-masing dirancang dengan struktur padat dan tempo agresif. Ketiga lagu tersebut adalah:
-
“,”
-
“Tanpa Jelaga”
-
“Abstrak Anomali”
Walau singkat, setiap trek membawa identitas kuat khas ALICE: riff yang kasar, ritme cepat, dan atmosfer gelap yang menekan.
Di antara ketiganya, “Tanpa Jelaga” menjadi trek yang paling menonjol.
Lagu berdurasi sekitar empat menit ini menghadirkan dinamika yang lebih luas, memadukan tekanan emosional dengan struktur musikal yang lebih berkembang dibanding dua lagu lainnya.
Identitas Bebas Tanpa Batas Genre
Sejak awal kemunculannya di skena underground, ALICE dikenal sebagai band yang tidak terlalu peduli pada batasan genre yang kaku. Musik mereka bergerak bebas di antara metal ekstrem, chaotic hardcore, hingga elemen noise yang eksperimental.
Melalui “Derai”, pendekatan tersebut kembali dipertegas. Alih-alih menyesuaikan diri dengan pola tertentu, ALICE justru memilih jalur eksploratif yang lebih ekspresif dan spontan.
Karakter inilah yang membuat mereka memiliki tempat tersendiri di kalangan pendengar musik keras di Indonesia.
Energi dari Skena Underground
Di komunitas underground, ALICE telah lama memiliki reputasi sebagai band dengan energi mentah yang konsisten. Baik dalam rekaman maupun di atas panggung, mereka dikenal mampu menghadirkan intensitas yang tidak dibuat-buat.
EP “Derai” menjadi bukti bahwa band ini masih terus bereksperimen dengan suara ekstrem yang menjadi ciri khas mereka.
Di balik dentuman musik keras tersebut, terselip atmosfer emosional yang pekat—sebuah refleksi dari kegelisahan, kehancuran, dan ketegangan batin yang kerap menjadi tema dalam pendekatan artistik mereka.
Ledakan Sonik Tanpa Kompromi
Dengan format EP yang singkat namun intens, “Derai” terasa seperti ledakan sonik yang padat. Tidak ada pengantar panjang atau jeda yang lembut; semuanya bergerak cepat, kasar, dan langsung menghantam pendengarnya.
Bagi penikmat chaotic hardcore dan metal ekstrem, rilisan ini menjadi pengingat bahwa skena underground Indonesia masih menyimpan banyak energi liar yang terus bergerak dan berkembang. (fin)
Editor : AA Arsyadani