Jawa Pos Radar Madiun - Band thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali menunjukkan tajinya di skena musik keras Indonesia lewat perilisan single terbaru berjudul “Cheating Death”.
Lagu berdurasi sekitar empat menit ini resmi dirilis pada 26 Februari 2026, menghadirkan energi agresif yang menjadi ciri khas band tersebut.
Single ini sekaligus menandai fase terbaru perjalanan musikal Inheritors setelah beberapa rilisan yang mereka hadirkan dalam beberapa waktu terakhir.
Melanjutkan Momentum Kebangkitan Inheritors
“Cheating Death” hadir sebagai kelanjutan dari momentum kebangkitan Inheritors yang kembali aktif merilis karya baru sejak 2025.
Sebelumnya, band ini sempat mengalami masa vakum hampir satu dekade setelah merilis mini album “Inheritors II” pada 2016.
Kebangkitan mereka dimulai lewat single “From The Grave”, yang menjadi penanda kembalinya Inheritors ke skena metal Indonesia dengan pendekatan yang lebih agresif sekaligus modern.
Riff Tajam dan Atmosfer Gelap
Dalam “Cheating Death”, Inheritors tetap setia pada akar musik thrash metal yang cepat dan penuh tekanan.
Riff gitar yang tajam, ritme drum yang menghentak, serta vokal agresif menjadi fondasi utama yang membangun karakter lagu ini. Kombinasi tersebut menciptakan atmosfer gelap yang intens sekaligus menghantam.
Energi musikal yang ditampilkan terasa langsung, tanpa banyak kompromi, ciri yang sejak lama melekat pada band ini.
Kisah Ilusi Manusia Menghindari Takdir
Di balik agresivitas musiknya, “Cheating Death” juga membawa tema lirik yang reflektif. Lagu ini mengangkat gagasan tentang takdir dan usaha manusia untuk menghindari kematian.
Narasi liriknya menggambarkan seseorang yang merasa berhasil lolos dari bahaya. Namun pada akhirnya, ia tetap tidak dapat menghindari konsekuensi yang menanti.
Frasa “cheating death” dalam refrain lagu menjadi simbol dari ilusi kemenangan manusia atas takdir—sebuah kemenangan yang sebenarnya tidak pernah benar-benar ada.
Tema gelap seperti ini memang kerap muncul dalam karya Inheritors, menjadikan musik mereka tidak hanya agresif secara sonik, tetapi juga kuat secara naratif.
Eksplorasi Musikal yang Semakin Gelap
Sebelum merilis “Cheating Death”, Inheritors juga sempat menghadirkan single “Pestilence” yang menampilkan kolaborasi dengan Agan dari band Dazzle.
Rilisan tersebut memperlihatkan eksplorasi musikal yang lebih gelap dengan pengaruh dari berbagai band metal seperti Anthrax, Power Trip, Death, hingga Alice in Chains.
Pengaruh tersebut membentuk karakter suara Inheritors yang agresif, namun tetap menyisakan nuansa atmosferik yang kuat.
Menegaskan Posisi di Skena Underground Malang
Dengan hadirnya “Cheating Death”, Inheritors kembali menegaskan posisi mereka sebagai salah satu unit thrash metal yang konsisten dari skena underground Malang.
Single ini tidak hanya menampilkan energi musikal yang brutal, tetapi juga memperkuat identitas band dalam menyampaikan narasi gelap tentang kehidupan, takdir, dan kehancuran manusia.
Bagi para penikmat musik metal, “Cheating Death” menjadi bukti bahwa Inheritors terus berevolusi, menghadirkan karya yang lebih matang, intens, dan relevan dengan dinamika skena musik keras saat ini. (fin)
Editor : AA Arsyadani