Jawa Pos Radar Madiun – Nama Aldi Taher kembali menjadi sorotan.
Kali ini bukan karena kontroversi, melainkan kesuksesannya membangun bisnis kuliner Aldi’s Burger yang viral di media sosial.
Berbekal strategi pemasaran tak biasa, usaha burger yang baru dirintis sejak Januari 2026 itu kini mampu menarik perhatian luas hingga mendatangkan ratusan pembeli setiap hari.
Strategi Nyeleneh, Hasil Nyata
Alih-alih menggunakan strategi marketing konvensional, Aldi memilih cara unik: spam komentar di berbagai platform media sosial.
Namun bukan sekadar spam biasa. Ia kerap menyisipkan promosi Aldi’s Burger di kolom komentar akun viral, selebritas, bahkan brand besar.
"Marketing milik Allah. Saya enggak punya marketing apa-apa. Kalau ditanya saya juga bingung, nanti enggak bingung kalau di surga, makanya baca Al-Qur'an biar enggak bingung," ujar Aldi.
Pendekatan ini justru efektif. Banyak pengguna media sosial yang penasaran, lalu mencari tahu produk yang ia promosikan.
Teknik “Numpang Viral” dan Attention Hijacking
Aldi juga memanfaatkan teknik yang dikenal sebagai traffic hijacking, yakni menumpang popularitas konten viral untuk menarik perhatian.
Ia bahkan memasukkan nama-nama artis populer dalam kalimat promosinya. Strategi ini membuat orang berhenti scrolling dan membaca komentar tersebut.
“Aldi’s Burger Cempaka Putih rotinya lembut dagingnya Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian bisa pesen online.”
Selain itu, Aldi menerapkan hard selling secara terang-terangan tanpa narasi panjang atau storytelling.
Gaya yang spontan dan apa adanya justru terasa lebih autentik di tengah banjir iklan digital yang formal.
Omzet Naik, Siap Ekspansi
Hasilnya terlihat nyata. Usaha yang berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat itu kini telah memiliki belasan karyawan.
Permintaan pembukaan cabang bahkan mulai berdatangan, termasuk dari luar negeri seperti Malaysia.
"Alhamdulillah, Aldi's Burger itu CEO-nya Mr. Putin, Kim Jong Un, dan Mr. Xi Jinping. CEO ya, Cowok Energi Oke! Saya ini cuma adik bontotnya Liam Noel, Altat Her Gallagher," selorohnya.
Motivasi Personal Jadi Pemicu
Di balik strategi unik tersebut, Aldi mengaku memiliki motivasi kuat untuk terus berinovasi dalam bisnisnya.
"Intinya saya BU (butuh uang). Ikhtiar buat Ibu, cium kaki Ibu. Doa Ibu itu menembus langit," tambahnya merujuk pada kondisi ibunya yang telah 26 tahun mengidap stroke.
Viral dan Jadi Fenomena Marketing
Fenomena Aldi’s Burger menunjukkan bahwa strategi marketing di era digital tidak selalu harus mahal atau kompleks.
Dengan konsistensi promosi, frekuensi tinggi, serta keberanian tampil berbeda, Aldi berhasil menciptakan brand awareness yang kuat tanpa biaya besar.
Strategi repetisi pesan dan kemunculan berulang di timeline pengguna membuat Aldi’s Burger terus diingat publik dan akhirnya dikunjungi.
Editor : Ockta Prana Lagawira