Jawa Pos Radar Madiun - Aktris Laura Basuki membagikan berbagai pengalaman menarik selama proses syuting film Yohanna.
Mulai dari tantangan teknis hingga perjalanan emosional, seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dalam pendalaman karakter yang ia perankan.
Banyak Belajar Skill Baru
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Laura Basuki adalah kesempatan mempelajari berbagai kemampuan baru demi totalitas peran.
Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru, seperti:
- Belajar bermain gitar
- Mengendarai mobil pikap
- Melakukan aktivitas fisik seperti berlari dan bermain bola
Baginya, profesi sebagai aktor membuka peluang untuk mencoba hal-hal yang tidak selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Dilan ITB 1997 Tayang 30 April 2026, Kisah Cinta Dewasa Penuh Nostalgia
Tantangan Syuting di Sumba
Proses pengambilan gambar dilakukan di Sumba, lokasi yang sebelumnya belum pernah ia kunjungi.
Ia harus beradaptasi dengan medan yang cukup menantang serta kondisi alam yang berbeda. Meski begitu, pengalaman tersebut tetap terasa menyenangkan berkat sambutan hangat dari masyarakat setempat.
Belajar dari Anak-Anak Lokal
Salah satu momen paling menyentuh terjadi saat ia beradu akting dengan anak-anak lokal Sumba.
Alih-alih mengajari, Laura Basuki justru merasa banyak belajar, terutama dalam hal kejujuran emosi dan ekspresi yang natural.
Tersentuh Realita Sosial
Selama syuting, ia juga melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat setempat, termasuk keterbatasan akses pendidikan dan anak-anak yang harus bekerja.
Pengalaman ini membuka sudut pandangnya terhadap realita sosial yang jarang terekspos, sekaligus memperdalam emosinya dalam memerankan karakter di Yohanna.
Pendalaman Karakter yang Mendalam
Untuk memerankan Yohanna, seorang biarawati, Laura Basuki melakukan riset mendalam.
Ia berdiskusi dengan para suster untuk memahami konflik batin karakter, terutama pergulatan antara iman, keraguan, dan realita hidup.
Keterlibatan Laura Basuki dalam Yohanna bukan hanya tentang akting, tetapi juga perjalanan belajar yang penuh makna.
Mulai dari menguasai skill baru, menghadapi tantangan lokasi di Sumba, hingga memahami realita sosial, semua pengalaman tersebut menjadikan film ini sebagai salah satu proyek paling berkesan dalam perjalanan kariernya.
Editor : Dwita Ikhtiananda