Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ternyata Sineas Tak Boleh Asal Bikin Judul Film, Ini Pesan Marcella Zalianty untuk Pekerja Industri Kreatif

Alfiah Sidiq • Selasa, 7 April 2026 | 18:21 WIB
Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI
Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI '56) Marcella Zalianty menyampaikan keterangan di sela acara di Balai Budaya, Jakarta, Senin (6/4). (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI '56), Marcella Zalianty, memberikan catatan penting bagi para pelaku industri kreatif menyusul polemik baliho film horor berjudul "Aku Harus Mati".

Promosi film tersebut menuai kritik tajam dari masyarakat hingga ahli kesehatan karena dinilai berisiko memberikan dampak buruk bagi individu dengan kerentanan psikologis.

Marcella menekankan bahwa setiap strategi komunikasi publik, termasuk pemilihan diksi dalam judul dan poster, harus mempertimbangkan dampak psikologis bagi audiens luas, bukan sekadar mengejar aspek komersial.

"Setiap konsep kreatif pasti ada dampaknya, dan itu sebaiknya juga kita pikirkan. Pemilihan kata dalam komunikasi itu harus hati-hati, karena bisa berdampak secara psikologis," ujar Marcella di Jakarta, Senin (6/4).

Menurut Marcella, polemik ini merupakan momen evaluasi berharga bagi para sineas dalam merancang strategi komunikasi. Ia menyarankan agar pembuat film lebih peka terhadap pemilihan diksi yang lebih aman tanpa harus mematikan kreativitas karya itu sendiri.

“Bukan berarti filmnya harus berhenti, bisa saja diberikan alternatif judul atau pendekatan lain yang lebih aman,” tambahnya.

Baca Juga: Bahasa Daerah Terancam Punah? Menbud Fadli Zon Sebut RUU Jadi Kunci Lindungi Identitas Bangsa

Poin Utama Pesan Marcella Zalianty (PARFI '56)

Marcella berharap masalah ini menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi para pembuat film maupun pemangku kebijakan.

Evaluasi sistem diperlukan guna mencegah dampak merugikan di masa mendatang yang dapat mengganggu iklim industri kreatif nasional.

"Ini bisa menjadi evaluasi bersama dalam sistem dan kebijakan, supaya dampaknya tidak merugikan," pungkasnya.

Polemik film "Aku Harus Mati" menjadi pengingat bahwa di era digital yang serba terbuka, tanggung jawab sosial seorang kreator berjalan beriringan dengan kebebasan seninya.

Strategi pemasaran yang provokatif memang efektif menarik perhatian, namun tetap harus berada di koridor etika dan kesehatan mental masyarakat. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#marcella zalianty #parfi #judul film #aku harus mati #film