Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, mengungkapkan adanya ketimpangan yang signifikan dalam sistem pembayaran royalti pada platform digital di kawasan ASEAN.
Meskipun Asia Tenggara memiliki potensi pasar digital yang masif, distribusi keuntungan bagi para pencipta karya dinilai masih belum adil.
Hal tersebut disampaikan dalam Forum ASEAN Collective Management Organization (CMO) yang digelar di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (10/4).
Potensi Pasar Digital ASEAN dalam Angka
Kawasan Asia Tenggara merupakan ladang strategis bagi industri kreatif digital, khususnya musik. Berikut adalah data kekuatan pasar yang dipaparkan:
-
Total Populasi: Lebih dari 700 juta jiwa (8,5% populasi dunia).
-
Pengguna Internet Aktif: Mencapai 500 juta orang.
-
Volume Streaming (2025): Tercatat sekitar 6,6 miliar streaming per minggu berasal dari kawasan ASEAN, dengan kontribusi terbesar dari Indonesia dan Filipina.
-
Pasar Indonesia: Dari 280 juta penduduk, lebih dari separuh masyarakat di area perkotaan telah menggunakan layanan streaming musik.
Baca Juga: Skincare dan Makeup yang Viral di TikTok 2026, Bikin Glowing Instan
Ketimpangan Distribusi Royalti
Menteri Hukum menegaskan bahwa tingginya angka konsumsi konten belum berbanding lurus dengan royalti yang diterima pemilik hak cipta.
"Ekosistem ini harus kita bangun bersama. Tidak boleh ada satu pihak yang tertinggal, baik itu pencipta, industri, maupun platform. Jika salah satu elemen tidak berjalan optimal, sistem keseluruhan akan timpang," tegas Supratman.
Langkah Diplomasi dan Kerja Sama Regional
Guna mengatasi isu ini, pemerintah Indonesia aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk menyamakan visi tata kelola royalti digital:
-
Sinergi ASEAN: Pertemuan intensif telah dilakukan dengan otoritas kekayaan intelektual dari Malaysia dan Brunei Darussalam untuk memperkuat integrasi sistem regional.
-
Dialog Global: Pemerintah berdiskusi dengan organisasi internasional di bidang hak cipta untuk merumuskan solusi teknis distribusi yang transparan.
-
Lobi Perusahaan Teknologi: Menteri Hukum telah bertemu dengan raksasa teknologi global seperti Meta Platforms, Google, dan Apple, serta melakukan pembahasan kebijakan bersama US-ASEAN Business Council.
Indonesia saat ini tengah menyiapkan proposal komprehensif yang berfokus pada perlindungan seluruh elemen ekosistem digital. Forum ASEAN CMO diharapkan menjadi momentum awal untuk saling bertukar informasi mengenai peluang dan tantangan pengelolaan hak cipta di masing-masing negara. (naz)
Editor : Mizan Ahsani