Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ironi Royalti Digital: 6,6 Miliar Streaming per Minggu Belum Sejahterakan Pencipta

Satrio Jati • Jumat, 10 April 2026 | 17:37 WIB
Fitur baru Listening Stats di Spotify memungkinkan pengguna melihat rekap lagu favorit mingguan.
Fitur baru Listening Stats di Spotify memungkinkan pengguna melihat rekap lagu favorit mingguan.

Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, mengungkapkan adanya ketimpangan yang signifikan dalam sistem pembayaran royalti pada platform digital di kawasan ASEAN.

Meskipun Asia Tenggara memiliki potensi pasar digital yang masif, distribusi keuntungan bagi para pencipta karya dinilai masih belum adil.

Hal tersebut disampaikan dalam Forum ASEAN Collective Management Organization (CMO) yang digelar di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (10/4).

Potensi Pasar Digital ASEAN dalam Angka

Kawasan Asia Tenggara merupakan ladang strategis bagi industri kreatif digital, khususnya musik. Berikut adalah data kekuatan pasar yang dipaparkan:

Baca Juga: Skincare dan Makeup yang Viral di TikTok 2026, Bikin Glowing Instan

Ketimpangan Distribusi Royalti

Menteri Hukum menegaskan bahwa tingginya angka konsumsi konten belum berbanding lurus dengan royalti yang diterima pemilik hak cipta.

"Ekosistem ini harus kita bangun bersama. Tidak boleh ada satu pihak yang tertinggal, baik itu pencipta, industri, maupun platform. Jika salah satu elemen tidak berjalan optimal, sistem keseluruhan akan timpang," tegas Supratman.

Langkah Diplomasi dan Kerja Sama Regional

Guna mengatasi isu ini, pemerintah Indonesia aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk menyamakan visi tata kelola royalti digital:

  1. Sinergi ASEAN: Pertemuan intensif telah dilakukan dengan otoritas kekayaan intelektual dari Malaysia dan Brunei Darussalam untuk memperkuat integrasi sistem regional.

  2. Dialog Global: Pemerintah berdiskusi dengan organisasi internasional di bidang hak cipta untuk merumuskan solusi teknis distribusi yang transparan.

  3. Lobi Perusahaan Teknologi: Menteri Hukum telah bertemu dengan raksasa teknologi global seperti Meta Platforms, Google, dan Apple, serta melakukan pembahasan kebijakan bersama US-ASEAN Business Council.

Indonesia saat ini tengah menyiapkan proposal komprehensif yang berfokus pada perlindungan seluruh elemen ekosistem digital. Forum ASEAN CMO diharapkan menjadi momentum awal untuk saling bertukar informasi mengenai peluang dan tantangan pengelolaan hak cipta di masing-masing negara. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Menteri hukum #streaming #royalti #Supratman Andi Agtas