Jawa Pos Radar Madiun - Yohanna (Laura Basuki) mengisahkan seorang biarawati muda bernama Yohanna yang berangkat ke Sumba dengan misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan niat tulus dan keyakinan kuat pada panggilan pelayanannya, ia membawa harapan besar bahwa setiap bantuan yang ia salurkan akan menjadi perubahan nyata bagi kehidupan orang lain.
Namun, perjalanan yang awalnya penuh harapan itu berubah drastis ketika truk berisi donasi yang ia pinjam untuk mengangkut bantuan justru dicuri.
Baca Juga: 11 Film Indonesia Terbaru April 2026 yang Wajib Ditonton di Bioskop
Kejadian ini memaksa Yohanna untuk meninggalkan kenyamanan dan turun langsung ke lapangan demi mencari kembali bantuan yang hilang. Dari sinilah ia mulai memasuki dunia yang jauh dari bayangannya sebagai seorang biarawati.
Dalam proses pencarian tersebut, Yohanna berhadapan dengan realitas sosial yang keras di Sumba. Ia melihat langsung bagaimana sistem yang tidak adil membuat banyak orang hidup dalam penderitaan.
Baca Juga: 10 Reality Show Dating Netflix Paling Seru dan Bikin Baper, Wajib Masuk Watchlist 2026
Anak-anak terjebak dalam pekerjaan berbahaya demi bertahan hidup, sementara akses terhadap pendidikan dan perlindungan sangat terbatas. Di tengah situasi itu, ia bertemu dengan seorang gadis muda yang kemudian menjadi penuntun dalam perjalanannya.
Semakin jauh Yohanna mencari truk tersebut, semakin dalam pula ia terjebak dalam konflik batin. Ia mulai mempertanyakan kembali makna dari panggilan hidupnya sebagai biarawati.
Apa arti pelayanan jika ia tidak benar-benar memahami penderitaan orang-orang yang ia bantu? Pertanyaan-pertanyaan ini perlahan mengguncang fondasi keyakinannya.
Perjalanan yang awalnya bersifat fisik berubah menjadi perjalanan spiritual yang sangat intens. Yohanna tidak hanya mengejar truk yang hilang, tetapi juga mengejar pemahaman baru tentang kemanusiaan, iman, dan pengorbanan. Ia dipaksa untuk melihat bahwa dunia tidak sesederhana konsep baik dan buruk yang selama ini ia yakini.
Konflik semakin kuat ketika Yohanna menyadari bahwa bantuan yang ia bawa bukan hanya soal logistik, tetapi juga simbol harapan bagi banyak orang. Kehilangan truk tersebut berarti kehilangan kesempatan bagi mereka yang sangat membutuhkan. Di titik inilah ia harus membuat keputusan yang tidak mudah antara mengikuti aturan, mempertahankan keyakinan, atau bertindak berdasarkan nurani.
Hubungan Yohanna dengan gadis muda yang ditemuinya juga menjadi elemen penting dalam perjalanan cerita. Melalui interaksi mereka, Yohanna mulai memahami bahwa kebaikan tidak selalu datang dari institusi atau sistem, tetapi juga dari ketulusan individu yang berjuang di tengah keterbatasan.
Pada akhirnya, Yohanna bukan hanya cerita tentang misi kemanusiaan yang gagal, tetapi tentang transformasi seorang manusia yang dipaksa menghadapi kenyataan hidup yang pahit. Film ini menyoroti bagaimana iman dapat diuji, retak, lalu dibentuk kembali oleh pengalaman langsung di lapangan.
Editor : Sukma Maharani Putri