Jawa Pos Radar Madiun - Lapas Labuhan Angsana bukan sekadar tempat penebusan dosa, melainkan neraka dunia di mana kemanusiaan seolah mati di balik jeruji besi.
Setiap sudut sel dipenuhi oleh aroma penindasan dari para sipir korup yang memperlakukan tahanan layaknya komoditas, sementara konflik berdarah antar geng napi menjadi konsumsi harian yang tak terhindarkan.
Atmosfer penjara yang mencekam ini berubah menjadi lebih mengerikan ketika seorang narapidana misterius baru tiba.
Baca Juga: 10 Reality Show Dating Netflix Paling Seru dan Bikin Baper, Wajib Masuk Watchlist 2026
Tak lama setelah kedatangannya, satu per satu napi ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, seolah diburu oleh sesuatu yang tidak terlihat.
Ketakutan pun menyebar saat para penghuni lapas menyadari adanya entitas gaib bernama “Ghost in Cell” yang memangsa energi negatif manusia. Para napi yang awalnya brutal mendadak berusaha menjadi “baik” demi bertahan hidup, meski tekanan mental justru semakin menghancurkan mereka.
Di tengah kekacauan, para musuh dalam penjara akhirnya bersatu. Mereka tidak hanya melawan sistem korup di dalam lapas, tetapi juga menghadapi entitas supranatural yang tidak bisa dijelaskan logika. Persatuan ini menjadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup di tempat paling gelap di dunia.
Editor : Sukma Maharani Putri