Jawa Pos Radar Madiun - Film biografi Michael langsung mencetak sejarah dengan meraih sekitar 217 juta dolar AS secara global pada pekan pembukaan. Capaian ini menjadikannya sebagai debut terbesar sepanjang masa untuk film biopik, melampaui Straight Outta Compton dan Bohemian Rhapsody, sebagaimana dilaporkan media industri seperti Box Office Mojo dan Variety.
Kesuksesan Michael di pekan pertama menjadi tonggak penting bagi genre biografi musik.
Dengan angka pembukaan tersebut, film ini tidak hanya memecahkan rekor biopik sebelumnya, tetapi juga menjadi salah satu pembukaan terbesar sepanjang 2026.
Fenomena ini mempertegas bahwa kisah hidup ikon musik dunia masih memiliki daya tarik kuat di layar lebar, terutama ketika dikemas dengan produksi berskala besar.
Meski mendapat ulasan beragam dari kritikus, respons penonton terhadap film ini justru sangat positif.
Berdasarkan data CinemaScore, Michael meraih nilai A-, yang menandakan tingkat kepuasan tinggi.
Profil audiensnya juga menarik—didominasi perempuan dan mayoritas berusia di atas 25 tahun, menunjukkan bahwa film ini mampu menjangkau lintas generasi, khususnya penggemar Michael Jackson.
Disutradarai Antoine Fuqua
Film ini digarap oleh Antoine Fuqua, sutradara yang dikenal dengan pendekatan dramatis dan intens.
Melalui tangan Fuqua, cerita tidak hanya berfokus pada perjalanan karier, tetapi juga sisi personal dan kompleks dari sosok Michael Jackson.
Jaafar Jackson Jadi Sorotan
Peran utama dalam film ini dimainkan oleh Jaafar Jackson, keponakan langsung Michael Jackson.
Penampilannya mencuri perhatian karena kemiripan fisik, kemampuan meniru gaya panggung, serta interpretasi emosional yang kuat terhadap karakter sang legenda.
Keputusan casting ini dinilai menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan film.
Salah Satu Biopik Termahal
Michael juga disebut sebagai salah satu film biografi paling mahal yang pernah diproduksi.
Anggaran besar digunakan untuk merekonstruksi konser ikonik, menghadirkan efek visual berkualitas tinggi, serta detail artistik yang mendekati realitas.
Hasilnya, film terasa megah sekaligus autentik di mata penonton.
Momentum Kebangkitan Lionsgate
Kesuksesan film ini menjadi angin segar bagi Lionsgate.
Studio tersebut dinilai berhasil kembali ke jalur positif setelah beberapa proyek sebelumnya kurang memenuhi ekspektasi.
Michael diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam strategi mereka ke depan.
Popularitas global Michael Jackson, efek word of mouth, serta basis penggemar lintas generasi menjadi faktor utama yang mendorong performa box office film ini.
Kesuksesan Michael sekaligus menegaskan kebangkitan film biografi musik di industri perfilman global.
Setelah keberhasilan Bohemian Rhapsody dan film sejenis, Michael membuktikan bahwa kisah tentang ikon musik tetap memiliki daya tarik besar—terutama jika dikemas dengan produksi megah dan pendekatan emosional yang kuat.
Dengan raihan 217 juta dolar AS di pekan pembukaan, film ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menetapkan standar baru bagi biopik di masa depan.
Editor : Dwita IkhtianandaSumber : Radar Madiun