Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah banjir drama Korea bertema romantis, Filing for Love (2026) datang dengan pendekatan yang lebih segar.
Bukan sekadar kisah cinta kantor biasa, drama ini langsung mencuri perhatian lewat kombinasi komedi, konflik, dan premis yang tidak biasa.
Sejak penayangan perdananya, respons penonton terbilang kuat. Data Nielsen Korea mencatat episode pertama meraih rating 4,4 persen dan naik signifikan menjadi 6,3 persen di episode kedua.
Popularitasnya juga merembet ke platform streaming, bahkan sempat memuncaki Top 10 Serial di HBO Max Indonesia.
Baca Juga: Film Michael Pecahkan Rekor, Raup Rp3,5 Triliun di Pekan Pembukaan Global
Sinopsis: Dari Auditor Elit ke Kasus Personal yang Rumit
Cerita berpusat pada Noh Ki Jun (Gong Myung), auditor andalan yang terbiasa menangani kasus besar.
Hidupnya berubah drastis setelah kehadiran Joo In A (Shin Hae Sun), kepala departemen baru yang tegas dan penuh perhitungan.
Kesalahpahaman membuat Ki Jun dipindahkan ke Tim Audit 3—unit yang menangani pelanggaran personal seperti perselingkuhan.
Dari pekerjaan bergengsi, ia justru harus mengurusi masalah yang dianggap sepele.
Situasi makin rumit ketika ia berniat resign, namun justru terseret dalam kasus sensitif yang melibatkan atasannya sendiri. Dari sini, konflik mulai berkembang dan membuka lapisan cerita yang lebih kompleks.
Chemistry Unik: Dominan vs “Golden Retriever”
Dinamika karakter menjadi salah satu daya tarik utama. Shin Hae Sun kembali tampil sebagai sosok perempuan dominan yang kuat dan dingin.
Sementara itu, Gong Myung menghadirkan karakter yang lebih santai, ekspresif, dan sedikit ceroboh—namun tetap cerdas.
Baca Juga: 9 Drakor Sageuk Wajib Ditonton di Akhir Tahun 2025: Plot Seru, Kostum Mewah, Bikin Betah Marathon!
Meski chemistry keduanya belum sepenuhnya “klik” di awal, justru ketegangan itu terasa wajar. Hubungan mereka masih dibangun dari posisi berseberangan, yang membuka peluang perkembangan karakter di episode berikutnya.
Office Romance yang Dibumbui Komedi dan Skandal
Filing for Love tidak hanya mengandalkan romansa. Sejak awal, drama ini sudah menampilkan konflik yang cukup intens, terutama terkait skandal internal perusahaan.
Namun, nuansa tersebut tidak terasa berat karena diimbangi dengan komedi yang konsisten. Musik ringan, tone visual hangat, serta tingkah karakter yang kadang absurd membuat alur cerita tetap terasa ringan dan menghibur.
Premis Anti-Mainstream: Auditor yang Urus Hal “Receh”
Yang membuat drama ini menonjol adalah sudut pandangnya. Profesi auditor biasanya digambarkan serius dan kaku, tetapi di sini justru dibalik.
Tim Audit 3 menangani kasus-kasus personal yang sering dianggap remeh. Justru dari situlah konflik berkembang—membuka sisi lain kehidupan kantor yang jarang diangkat.
Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih dekat dengan realitas, sekaligus memancing rasa penasaran penonton tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Editor : Andi Chorniawan