Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Film dan Kreator Indonesia Ramaikan Festival de Cannes 2026, Bukti Perfilman Tanah Air Kian Mendunia

Dwita Ikhtiananda • Senin, 18 Mei 2026 | 14:33 WIB
Festival de Cannes 2026 (menpan.go)
Festival de Cannes (menpan.go)

Jawa Pos Radar Madiun - Festival de Cannes 2026 kembali menjadi panggung prestisius perfilman dunia. Tahun ini, Indonesia sukses mencuri perhatian lewat kehadiran sejumlah film pendek, sineas, aktor, hingga produser Tanah Air yang tampil dalam berbagai program resmi festival dan Marché du Film.

Kehadiran Indonesia di Cannes 2026 disebut menjadi salah satu langkah besar perfilman nasional menuju pasar internasional. Bahkan, Indonesia menjadi negara fokus dalam program Next Step Studio untuk pertama kalinya di kawasan Asia Tenggara.

Festival de Cannes 2026 sendiri berlangsung pada 12–23 Mei 2026 di Palais des Festivals.

Empat Film Indonesia Tayang di Cannes 2026

Sorotan utama datang dari program “Next Step Studio Indonesia 2026” yang menghadirkan empat film pendek hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Asia Tenggara.

Program ini diproduksi oleh KawanKawan Media dan diputar dalam rangkaian Critics’ Week Cannes 2026.

Holy Crowd

Film ini disutradarai oleh Reza Fahriyansyah bersama Ananth Subramaniam dari Malaysia.

Film berdurasi 16 menit tersebut mengangkat kisah jenazah perempuan yang tiba-tiba hidup kembali dan dianggap membawa mukjizat di sebuah desa.

Pemeran film:

  • Prilly Latuconsina
  • Yusuf Mahardika
  • Yudi Ahmad Tajudin

Original Wound

Film ini disutradarai oleh Shelby Kho bersama Sein Lyan Tun.

Cerita berfokus pada trauma keluarga dan hubungan antar saudara setelah kematian ibu mereka.

Pemeran film:

  • Agnes Naomi
  • Omara Esteghlal

Annisa

Film ini menjadi salah satu yang paling menyita perhatian karena disutradarai langsung oleh Reza Rahadian bersama Sam Manacsa.

“Annisa” menceritakan remaja tunanetra yang mencoba menemukan suaranya di lingkungan padat penduduk Jakarta.

Menariknya, karakter utama dimainkan oleh sosok asli yang menginspirasi cerita tersebut.

Mothers Are Mothering

Film ini disutradarai Khozy Rizal bersama Lam Li Shuen.

Film tersebut mengangkat isu kekerasan rumah tangga dan trauma psikologis perempuan.

Pemeran film:

  • Happy Salma
  • Asmara Abigail

Dian Sastro hingga Angga Sasongko Jadi Executive Producer

Program Next Step Studio Indonesia juga melibatkan sejumlah nama besar perfilman nasional sebagai executive producer.

Beberapa nama yang terlibat:

  • Dian Sastrowardoyo
  • Angga Dwimas Sasongko
  • Prilly Latuconsina

Keterlibatan mereka disebut menjadi bukti semakin kuatnya dukungan industri perfilman Indonesia terhadap sineas muda dan proyek internasional.

Indonesia Jadi Negara Fokus Asia Tenggara Pertama

Menurut laporan RSVP Clique, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang dipilih sebagai fokus program Next Step Studio.

Program pengembangan talenta ini sebelumnya hanya digelar di negara seperti:

  • Taiwan
  • Chile
  • Finlandia
  • Brasil
  • Afrika Selatan

Screening film-film Indonesia di Cannes juga sekaligus menjadi marketplace penting bagi kreator Tanah Air untuk bertemu distributor internasional, investor film, hingga rumah produksi global.

Deretan Talenta Indonesia yang Jadi Sorotan

1. Reza Rahadian

Reza Rahadian menjadi salah satu nama paling disorot karena tampil bukan hanya sebagai aktor, tetapi juga sutradara film pendek “Annisa”.

2. Prilly Latuconsina

Prilly Latuconsina hadir lewat film “Holy Crowd” sekaligus sebagai executive producer dalam program Next Step Studio Indonesia.

3. Dian Sastrowardoyo

Dian Sastrowardoyo juga menjadi bagian penting dalam pengembangan proyek sineas muda Indonesia di Cannes.

4. Angga Dwimas Sasongko

Angga Dwimas Sasongko hadir sebagai mentor dan executive producer.

Angga dikenal aktif mendorong film Indonesia menembus pasar global melalui Visinema Pictures.

5. Happy Salma dan Asmara Abigail

Penampilan Happy Salma dan Asmara Abigail dalam “Mothers Are Mothering” juga mendapat perhatian karena tema film yang kuat dan artistik.

6. Omara Esteghlal dan Agnes Naomi

Omara Esteghlal dan Agnes Naomi tampil dalam “Original Wound” yang banyak dibicarakan karena mengangkat trauma keluarga secara emosional.

Sineas Muda Indonesia Mulai Dilirik Dunia

Selain nama-nama besar, Cannes 2026 juga menjadi panggung bagi generasi baru filmmaker Indonesia seperti:

  • Reza Fahriyansyah
  • Shelby Kho
  • Khozy Rizal

Mereka disebut menjadi representasi baru perfilman Indonesia yang mulai aktif membangun kolaborasi lintas negara di Asia Tenggara.

Bukti Perfilman Indonesia Semakin Mendunia

Kehadiran film dan sineas Indonesia di Festival de Cannes 2026 menunjukkan bahwa perfilman nasional semakin mendapat tempat di panggung internasional.

Tidak hanya lewat film panjang, tetapi juga melalui film pendek, program pengembangan kreator muda, hingga kolaborasi lintas negara.

Cannes 2026 menjadi bukti bahwa karya sineas Indonesia kini semakin diperhitungkan dunia dan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar global.

 
Editor : Dwita Ikhtiananda
#Prilly Latuconsina #de cannes 2026 #reza rahardian #festival #film