Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Deretan Film Asia yang Jadi Sorotan di Cannes 2026, Jepang hingga Indonesia Bersinar

Dwita Ikhtiananda • Senin, 18 Mei 2026 | 15:04 WIB
Film Pendek Annisa, Disutradarai Reza Rahadian dan Siap Tayang di Cannes Critics Week 2026 (Instagram @moviezi)
Film Pendek Annisa, Disutradarai Reza Rahadian dan Siap Tayang di Cannes Critics Week 2026 (Instagram @moviezi)

Jawa Pos Radar Madiun - Festival de Cannes tahun 2026 kembali menjadi panggung penting bagi perfilman Asia. Sejumlah film dari Jepang, Korea Selatan, China, Thailand, hingga Asia Tenggara sukses mencuri perhatian dalam kompetisi utama maupun program paralel festival.

Media internasional bahkan menyebut Cannes 2026 sebagai salah satu edisi dengan representasi sineas Asia paling kuat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran film-film Asia tidak hanya mendominasi pembicaraan kritikus, tetapi juga memperlihatkan semakin besarnya pengaruh perfilman kawasan tersebut di industri global.

1. Sheep in the Box – Hirokazu Kore-eda (Jepang)

Salah satu film Asia yang paling banyak dibicarakan adalah “Sheep in the Box” karya sutradara Jepang Hirokazu Kore-eda.

Film ini mengangkat kisah futuristik tentang pasangan yang mencoba mengatasi duka kehilangan anak mereka melalui humanoid AI yang dibuat dari data sang anak. Tema tentang hubungan manusia dan kecerdasan buatan disebut menjadi salah satu daya tarik utama film tersebut.

“Sheep in the Box” masuk kompetisi utama Palme d'Or dan menjadi salah satu film Asia paling dinanti di Cannes 2026.

2. Soudain (All of a Sudden) – Ryusuke Hamaguchi (Jepang)

Sutradara Drive My Car, Ryusuke Hamaguchi, kembali ke Cannes lewat film “Soudain (All of a Sudden)”.

Film drama ini disebut sebagai salah satu karya auteur paling kuat tahun ini dan langsung masuk daftar favorit kritikus sejak line up resmi diumumkan. Banyak media perfilman menilai Hamaguchi tetap konsisten menghadirkan drama emosional dengan pendekatan artistik khas Jepang modern.

Kehadiran Hamaguchi juga mempertegas dominasi perfilman Jepang di Cannes tahun ini.

Baca Juga: Kamila Andini Raih Penghargaan Women in Cinema di Cannes 2026, Satu-satunya dari Indonesia

3. Hope – Na Hong-jin (Korea Selatan)

Korea Selatan kembali mencuri perhatian lewat “Hope”, film thriller terbaru karya Na Hong-jin.

Film tersebut disebut menghadirkan nuansa dark thriller dan creature horror khas Na Hong-jin yang sebelumnya sukses lewat The Wailing.

Banyak pengamat menyebut “Hope” sebagai salah satu proyek Korea paling panas di Cannes 2026. Dominasi Korea Selatan juga semakin terasa karena Park Chan-wook dipercaya menjadi Presiden Juri Cannes tahun ini.

4. A Girl Unknown – Zou Jing (China)

China turut menghadirkan film “A Girl Unknown” karya sutradara Zou Jing dalam program Critics’ Week.

Film ini menjadi representasi generasi baru perfilman China yang mulai mendapat perhatian internasional lewat pendekatan visual artistik dan isu sosial yang kuat.

Selain kompetisi utama, perfilman China juga tampil aktif dalam berbagai program industri dan pasar film di Cannes 2026.

5. What Do You Seek in the Dark? – Thailand

Thailand kembali hadir di Cannes lewat film pendek “What Do You Seek in the Dark?” karya Tossaphon Riantong.

Selain itu, sejumlah proyek baru Asia Tenggara juga mendapat perhatian besar di Marché du Film Cannes 2026. Thailand disebut menjadi salah satu negara yang mulai aktif membangun jaringan perfilman internasional di festival-festival besar dunia.

6. Indonesia dan Asia Tenggara Mulai Bersinar

Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang paling berkembang di Cannes tahun ini. Indonesia bahkan menjadi negara fokus pertama dalam program Next Step Studio di Critics’ Week.

Empat film pendek hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Asia Tenggara diputar dalam program tersebut, yaitu:

Kehadiran film-film tersebut menjadi bukti bahwa sineas muda Asia Tenggara mulai mendapat ruang lebih besar di festival internasional.

Asia Jadi Kekuatan Baru Cannes 2026

Banyak pengamat menyebut Cannes 2026 memperlihatkan semakin kuatnya pengaruh sineas Asia di perfilman dunia. Jepang, Korea Selatan, China, hingga Asia Tenggara hadir dengan tema yang beragam mulai dari AI, keluarga, thriller psikologis, hingga isu identitas sosial.

Perfilman Asia kini tidak lagi dipandang sebagai alternatif di festival internasional, tetapi sudah menjadi bagian utama dalam kompetisi dan pembicaraan perfilman global.

Editor : Dwita Ikhtiananda
#de cannes 2026 #sheep in the box #sorotan #asia #film