Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Baca Manga One Piece 1183: Brook Muda Jago Berpedang, Musuh Sudah Tertebas Sebelum Sadar

Andi Chorniawan • Jumat, 22 Mei 2026 | 18:13 WIB
Brook menebas musuh di baca manga One Piece 1183. (Shueisha/Eiichiro Oda)
Brook menebas musuh di baca manga One Piece 1183. (Shueisha/Eiichiro Oda)

Jawa Pos Radar Madiun – Baca manga One Piece 1183 tidak hanya membuka masa lalu Brook dan Kerajaan Esperia.

Cerita kali ini juga memperlihatkan bagaimana Brook muda sudah menjadi pendekar pedang yang jago sejak usia 20 tahun.

Brook diperlihatkan sebagai kapten Konvoi Pertempuran Kerajaan Esperia sekaligus pengguna teknik tebasan super cepat bernama Hayagiri.

Teknik itu kemudian berkembang menjadi jurus ikonik Brook yang dikenal fans sebagai Hanauta Sancho: Yahazugiri atau “Senandung Tiga Bait: Tebasan Takik Panah”.

Baca Juga: Baca Manga One Piece 1183 RAW: Brook Kenang Kerajaan Esperia, Negeri Pengrajin Alat Musik yang Kini Lenyap

Yang membuat teknik ini mengerikan bukan sekadar kecepatannya, tetapi fakta bahwa musuh bahkan tidak sadar sudah ditebas.

Brook Sudah Jadi Pendekar Pedang Andal sejak Muda

Flashback baca manga One Piece 1183 memperlihatkan Brook muda hidup di Kerajaan Esperia sekitar 70 tahun lalu.

Di usia sekitar 20 tahun, Brook sudah memimpin unit militer bernama Konvoi Pertempuran.

Bahkan para prajurit kerajaan meminta langsung kepada Brook untuk mengajari teknik pedang andalannya, 

Hayagiri yang secara harfiah berarti “Potongan Cepat”. Beberapa penggemar menerjemahkannya sebagai Flash Slash atau “Garis Kilat”.

Namun Brook terlihat kesal karena anak buahnya terlalu banyak mengeluh.

“Kuasai dasar-dasarnya sebelum kalian mulai melamun!” kata Brook kepada para prajurit.

Adegan ini memperlihatkan bahwa Brook bukan hanya musisi eksentrik seperti sekarang, tetapi dulunya merupakan kapten militer disiplin dengan kemampuan pedang luar biasa.

Serangan Keluarga Muuron ke Kerajaan Esperia

Puncak baca manga One Piece 1183 terjadi ketika Kerajaan Esperia mendapat ancaman dari geng kriminal bernama Keluarga Muuron.

Baca Juga: Siapa Dozan di Baca Komik One Piece 1183? Ini 3 Spekulasi Sosok Misterius yang Disebut Imu

Unit kavaleri geng tersebut bergerak dari pelabuhan menuju kota untuk menculik Ratu Candel.

Raja Ruven langsung panik karena mengetahui kelompok itu memang sudah lama mengincar sang ratu.

Situasi makin berbahaya karena sebagian besar pasukan kerajaan kalah jumlah dan bala bantuan belum tiba.

Di tengah kepanikan itu, Shuri muda—yang di masa depan menjadi Gunko—memohon kepada Brook untuk menyelamatkan ibunya.

“Brook, lakukan sesuatu! Mama akan diculik!”

Teknik Yahazugiri Brook

Twist terbesar chapter muncul saat Brook tersenyum sambil mengatakan sesuatu yang mengejutkan. “Aku sudah menghabisi mereka semua.”

Awalnya Raja Ruven dan Shuri kebingungan karena para anggota geng masih terlihat menyerang gedung opera.

Namun beberapa detik kemudian, satu per satu anggota Keluarga Muuron tiba-tiba roboh.

Baca Juga: Viral Penjual Nasi Goreng Bergaya Sanji One Piece, Omzet Tembus Rp 130 Juta Sebulan

Tubuh mereka penuh luka sayatan meski sebelumnya tidak terlihat ada serangan apa pun.

Warga Kerajaan Esperia langsung sadar siapa pelakunya. “Ini Flash-Slash Kapten Brook!”

Kenapa Teknik Brook Sangat Berbahaya?

Teknik Yahazugiri bekerja seperti serangan ultra cepat. Brook bergerak dan menebas lawan dalam sekejap hingga target tidak langsung merasakan luka.

Efek tebasan baru muncul beberapa saat kemudian.

Karena kecepatannya ekstrem, lawan sering mengira Brook bahkan tidak bergerak sama sekali.

Editor : Andi Chorniawan
#one piece 1183 #kerajaan esperia #manga one piece #Brook