Di balik sosok Brook sebagai musisi Bajak Laut Topi Jerami, tersimpan kisah seorang anak miskin yang tetap mengejar mimpinya meski hidup dalam keterbatasan.
Kisah tersebut tersaji dalam lanjutan kilas balik masa lalu Brook di Kerajaan Esperia.
Brook Kecil Terpesona Sekolah Musik
Brook yang masih berusia 11 tahun digambarkan hidup di kawasan pembuangan sampah di Kerajaan Esperia.
Baca Juga: Baca Komik One Piece 1184: Nestapa Brook Kecil Hidup Miskin dan Jadi Buruan Angkatan Laut
Kehidupannya jauh dari kata nyaman. Ia tumbuh di tengah kemiskinan, tanpa keluarga yang mampu memberinya pendidikan maupun fasilitas yang layak.
Suatu hari, Brook terlihat berdiri di luar sebuah sekolah musik.
Dari balik jendela, ia memperhatikan para murid yang sedang belajar memainkan alat musik.
Tatapan matanya menunjukkan kekaguman sekaligus rasa penasaran yang besar terhadap dunia musik. Namun mimpi kecil itu tidak berlangsung lama.
Seseorang kemudian mengusir Brook dari area sekolah karena statusnya sebagai anak miskin yang hanya mengintip dari luar.
Membuat Biola dari Barang Bekas
Meski ditolak dan diusir, Brook tidak menyerah. Ia kembali ke tempat pembuangan sampah yang menjadi rumahnya dan mulai memainkan alat musik buatannya sendiri.
Yang mengejutkan, alat musik tersebut ternyata merupakan biola rakitan yang dibuat dari barang-barang bekas.
Botol kaca dan kawat yang ditemukan di tempat sampah diubah Brook menjadi instrumen sederhana yang mampu menghasilkan suara.
Baca Juga: Teori One Piece: Thriller Bark adalah Reruntuhan Kerajaan Esperia Kampung Halaman Brook
Di tengah tumpukan rongsokan dan gonggongan anjing liar di sekitarnya, Brook tetap memainkan musik dengan penuh semangat.
Pertemuan Pertama dengan Pangeran Leuven
Dalam cerita baca manga One Piece 1184, bakat Brook ternyata menarik perhatian seseorang yang tidak terduga.
Saat sedang memainkan biola rakitannya, Brook diperhatikan oleh Leuven yang saat itu masih berstatus pangeran muda Kerajaan Esperia.
Percakapan mereka pun menjadi awal hubungan penting yang kelak mengubah hidup Brook.
“Lirik lagumu buruk sekali... Kau yang membuatnya sendiri? Dan benda itu?” tanya Leuven.
“Itu biola,” jawab Brook.
Leuven yang penasaran kembali bertanya mengenai alat musik tersebut. Brook kemudian menjelaskan bahwa ia membuatnya sendiri dari botol kaca dan kawat bekas.
“Suara yang dihasilkannya lumayan bagus, kan?” kata Brook sambil memainkan instrumennya.
Meski suara biola rakitan itu terdengar kasar dan sederhana, Leuven mengakui ada sesuatu yang istimewa.
“Kurasa lumayan,” jawabnya.
Awal Mimpi Besar Brook
Kilas balik di baca manga One Piece 1184 ini menjadi petunjuk bahwa kemampuan bermusik Brook bukanlah bakat yang muncul secara tiba-tiba.
Sejak kecil, ia sudah memiliki ketertarikan besar terhadap musik dan mampu berkreasi meski hidup dalam keterbatasan.
Editor : Andi Chorniawan