Jawa Pos Radar Madiun - Kilas balik di cerita baca manga One Piece 1185 mengungkap tragedi besar yang pernah menimpa Kerajaan Esperia.
Negeri perajin alat musik ini diselimuti kabut aneh selama bertahun-tahun.
Dampak yang ditimbulkannya begitu besar hingga mengubah Esperia dari kerajaan makmur menjadi negeri yang perlahan runtuh.
Semua Berawal dari Kedatangan Tenryubito
Rangkaian tragedi Esperia tampaknya dimulai ketika sebuah kapal Pemerintah Dunia berlabuh di kerajaan tersebut.
Baca Juga: Baca Komik One Piece 1185: Berani Lawan Pemerintah Dunia, Luven Jadi Raja Heroik
Di dalam kapal itu terdapat seorang Tenryubito atau Naga Langit yang datang melakukan kunjungan resmi.
Tak lama setelah kedatangan tamu dari Pemerintah Dunia itu, Candel, pengawal kerajaan, mendadak jatuh sakit parah.
Kondisi tersebut berlangsung cukup lama hingga membuat rakyat dan keluarga kerajaan diliputi kecemasan.
Meski akhirnya berhasil pulih, suasana bahagia hanya berlangsung singkat.
Raja Luven memang sempat mengumumkan pertunangannya dengan Candel, tetapi masalah yang jauh lebih besar ternyata sudah menunggu di depan mata.
Kabut Misterius Menyelimuti Esperia Selama Bertahun-tahun
Berdasarkan spoiler awal baca manga One Piece 1185, lapisan kabut bertahun-tahun menutupi wilayah kerajaan dan membawa dampak buruk bagi kehidupan masyarakat.
Yang paling mengkhawatirkan adalah efeknya terhadap kesehatan warga.
Banyak penduduk mulai mengalami gangguan kesehatan akibat terus-menerus hidup di bawah kabut tersebut. Namun bukan hanya manusia yang terdampak.
Baca Juga: Baca Komik One Piece 1185: Misteri Candel Sakit Parah hingga Akhirnya Meninggal Dunia
Alat Musik Rusak, Ekonomi Esperia Hancur
Salah satu detail penting yang muncul dalam spoiler adalah hubungan Esperia dengan industri alat musik.
Kerajaan ini diketahui memiliki perekonomian yang sangat bergantung pada produksi dan perdagangan alat musik.
Namun kabut misterius tersebut perlahan merusak instrumen-instrumen yang menjadi sumber penghasilan utama negara.
Alat musik mengalami kerusakan dan tidak lagi memiliki kualitas yang layak untuk diperdagangkan. Akibatnya, roda ekonomi mulai tersendat.
Pendapatan kerajaan menurun drastis, perdagangan melemah, dan kesejahteraan masyarakat ikut merosot.
Esperia pun berubah dari kerajaan damai menjadi negeri yang mengalami krisis berkepanjangan.
Gagal Membayar Upeti Langit
Kondisi ekonomi yang terus memburuk akhirnya membawa Esperia pada masalah yang lebih serius.
Kerajaan tersebut tidak lagi mampu membayar Celestial Tribute atau Upeti Langit kepada Pemerintah Dunia.
Baca Juga: Teori One Piece: Sosok Brook Terinspirasi Legenda Rock Jimi Hendrix
Negara yang gagal memenuhi kewajiban tersebut biasanya menghadapi konsekuensi berat. Dan itulah yang mulai terjadi di Esperia.
Pemerintah Dunia Menuntut Warga Jadi Budak
Spoiler mengungkap bahwa kegagalan membayar Upeti Langit memicu intervensi langsung dari Pemerintah Dunia.
Alih-alih memberikan bantuan, mereka justru menuntut kompensasi yang tidak manusiawi.
Warga kerajaan diminta menjadi budak sebagai pengganti upeti yang tidak mampu dibayarkan.
Tuntutan itu menjadi titik balik yang memperlihatkan sisi gelap hubungan antara Pemerintah Dunia dan negara-negara anggotanya.
Situasi tersebut juga menjelaskan mengapa Raja Luven akhirnya mengambil sikap menentang Pemerintah Dunia, meskipun konsekuensinya sangat besar bagi kerajaannya.
Apakah Kabut Itu Senjata Pemerintah Dunia?
Karena kemunculan kabut terjadi setelah kedatangan Tenryubito, berbagai teori pun bermunculan.
Salah satunya, kemungkinan bahwa kabut bukan fenomena alam, melainkan bagian dari operasi Pemerintah Dunia.
Spekulasi lainnya, kabut yang melemahkan Esperia secara perlahan adalah kabut yang sama di wilayah Florian Triangle.
Teori itu akan menguatkan spekulasi bahwa reruntuhan Esperia adalah kapal Thriller Bark yang sebelumnya mengemuka.
Editor : Andi Chorniawan