Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Baca Komik One Piece 1185: Musik Lenyap dari Kerajaan Esperia, Ratusan Warga Tewas karena Kabut Beracun

Andi Chorniawan • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:17 WIB
Kabut misterius melanda Kerajaan Esperia di cerita baca komik One Piece 1185. (Shueisha/Eiichiro Oda)
Kabut misterius melanda Kerajaan Esperia di cerita baca komik One Piece 1185. (Shueisha/Eiichiro Oda)

Jawa Pos Radar Madiun – Baca komik One Piece 1185 menguak tragedi yang membuat Kerajaan Esperia akhirnya musnah.

Negeri musik ini perlahan berubah menjadi kerajaan penuh duka setelah dilanda kabut misterius yang kemudian menjelma menjadi asap beracun mematikan.

Tragedi tersebut bukan hanya merenggut nyawa ratusan warga, tetapi juga menghancurkan ekonomi kerajaan, hingga akhirnya memicu konflik dengan Pemerintah Dunia.

Candel, Sosok yang Menjadi Cahaya Esperia

Kisah dimulai dari kenangan Brook tentang sosok Lady Candel. Menurut Brook, Candelle bukan sekadar pengawal kerajaan atau bangsawan biasa. Ia adalah figur yang dicintai seluruh rakyat Esperia.

Baca Juga: Baca Komik One Piece 1185: Kelakuan Brook saat Kecil Bikin Candel Naik Darah

Pada masa itu, Esperia digambarkan sebagai negeri yang damai dan makmur. Musik menjadi identitas utama kerajaan. Suara alat musik terdengar di berbagai sudut kota dan menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Namun suasana berubah ketika sebuah kapal Pemerintah Dunia tiba di Esperia.

Kedatangan para Tenryubito atau Naga Langit membuat seluruh kerajaan geger. Brook bahkan menggambarkan mereka sebagai sosok yang arogan. 

Tak lama setelah kunjungan tersebut, Candel mendadak jatuh sakit selama berbulan-bulan.

Meski akhirnya pulih, tanda-tanda malapetaka tampaknya sudah mulai menghampiri kerajaan.

Masa Bahagia sebelum Bencana Besar

Setelah Candel sembuh, kebahagiaan sempat kembali menyelimuti Esperia.

Leuven resmi naik takhta menjadi raja dan menikahi Candel. Pernikahan keduanya dirayakan besar-besaran oleh rakyat. Kebahagiaan semakin lengkap saat Putri Shuri lahir.

Brook mengingat masa itu sebagai periode paling indah dalam sejarah Esperia. Ia bahkan mengaku sangat menghormati Raja Leuven dan Ratu Candel karena keduanya telah banyak berjasa dalam hidupnya.

Baca Juga: Teori One Piece: Thriller Bark adalah Reruntuhan Kerajaan Esperia Kampung Halaman Brook

Kesetiaan Brook begitu besar hingga ia menyatakan rela mengorbankan nyawanya demi pasangan kerajaan tersebut.

Saat Musik Menghilang dari Esperia 

Tragedi besar mulai terjadi ketika Shuri berusia sekitar 15 tahun.

Narator menjelaskan bahwa musik perlahan menghilang dari Esperia.

Kabut tebal menyelimuti seluruh kerajaan selama enam bulan tanpa henti. Awalnya fenomena itu hanya dianggap sebagai gangguan cuaca biasa.

Namun keadaan semakin memburuk. 

Alat-alat musik yang menjadi kebanggaan negara mulai rusak dan membusuk. Instrumen yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kerajaan tidak lagi bisa digunakan.

Lambat laun, suara musik yang biasanya memenuhi jalan-jalan kota menghilang. Yang tersisa hanyalah kesunyian.

Kabut Berubah Menjadi Asap Beracun

Puncak bencana terjadi ketika kabut misterius itu berubah menjadi asap beracun.

Asap tebal menyelimuti seluruh pulau dan mencemari udara yang dihirup penduduk setiap hari.

Baca Juga: Teori One Piece: Sosok Brook Terinspirasi Legenda Rock Jimi Hendrix

Baca komik One Piece 1185 menggambarkan perubahan suasana Esperia secara sangat suram.

Negeri yang dahulu hidup dengan alunan musik kini dipenuhi suara batuk dan erangan kesakitan.

Puluhan ribu warga mulai mengalami gangguan pernapasan. Bahkan Brook yang selalu berusaha menghibur masyarakat mulai merasakan dampaknya.

Ia tetap mencoba memainkan musik untuk membangkitkan semangat rakyat.

Namun musik tidak mampu melawan racun yang terus menyebar. Asap menyerang paru-paru puluhan ribu penduduk dan menewaskan ratusan orang.

Kematian Candel Mengguncang Kerajaan

Meski kabut akhirnya menghilang, dampaknya tidak pernah benar-benar pergi. 

Perekonomian runtuh, kesehatan warga memburuk, dan banyak keluarga kehilangan orang-orang yang mereka cintai.

Di tengah kondisi tersebut, Esperia kembali mendapat pukulan telak. Ratu Candelle meninggal dunia.

Pemakamannya digambarkan penuh kesedihan. Raja Leuven, Putri Shuri, Brook, hingga seluruh rakyat larut dalam duka.

Kematian Candel menjadi simbol berakhirnya masa kejayaan Esperia.

Sosok yang selama ini dianggap sebagai "matahari kerajaan" akhirnya pergi untuk selamanya.

Editor : Andi Chorniawan
#one piece 1185 #kabut #Brook #baca komik one piece