Jawa Pos Radar Madiun – Baca komik One Piece 1185 mengungkap tuntutan mengerikan dari Pemerintah Dunia untuk Kerajaan Esperia.
Pemerintah Dunia menuntut 1.000 penduduk Esperia dijadikan budak sebagai ganti tunggakan upeti untuk Tenryubito.
Permintaan tersebut menjadi titik balik yang mengubah Raja Luven dari seorang penguasa damai menjadi pemimpin yang berani menantang kekuasaan terbesar di dunia.
Esperia Hancur setelah Dilanda Asap Beracun
Sebelum konflik pecah, Esperia terlebih dahulu mengalami bencana yang menghancurkan fondasi negaranya.
Narator baca komik One Piece 1185 menjelaskan bahwa ketika Putri Shuri berusia 15 tahun, kabut misterius menyelimuti seluruh kerajaan selama enam bulan.
Kabut itu bukan gangguan alam biasa karena perlahan dampaknya semakin mengerikan.
Alat-alat musik yang menjadi simbol kebanggaan Esperia mulai membusuk. Industri musik yang selama ini menopang perekonomian kerajaan lumpuh total.
Keadaan memburuk ketika kabut berubah menjadi asap beracun yang menutupi seluruh pulau.
Suara musik yang biasanya mengisi jalan-jalan kota menghilang. Yang terdengar hanyalah batuk warga yang menderita gangguan pernapasan.
Brook tetap berusaha menghibur rakyat meski dirinya juga terkena dampak bencana tersebut.
Puluhan ribu penduduk mengalami kerusakan paru-paru dan ratusan orang tewas akibat racun yang menyebar ke seluruh negeri.
Candel Meninggal, Kerajaan Kehilangan Harapan
Belum sempat pulih dari bencana, Esperia kembali kehilangan sosok yang paling dicintai rakyat.
Baca Juga: Baca Komik One Piece 1185: Kelakuan Brook saat Kecil Bikin Candel Naik Darah
Ratu Candel meninggal dunia. Pemakaman berlangsung dalam suasana penuh kesedihan. Raja Luven, Putri Shuri, Brook, dan seluruh rakyat larut dalam duka.
Kematian Candel menjadi pukulan berat bagi kerajaan yang sebelumnya sudah terpuruk akibat wabah dan krisis ekonomi.
Namun penderitaan Esperia ternyata belum berakhir. Di tengah suasana berkabung, para pengawal membawa kabar yang lebih buruk.
Kas kerajaan tidak lagi mampu membayar upeti kepada Pemerintah Dunia.
Tuntutan Mengerikan dari Pemerintah Dunia
Dalam cerita baca komik One Piece 1185, Raja Luven kemudian mengumpulkan rakyatnya.
Ia mengumumkan bahwa Esperia akan berperang melawan Pemerintah Dunia. Pengumuman tersebut membuat seluruh rakyat terdiam.
Luven lalu menjelaskan alasan sebenarnya. Menurutnya, Pemerintah Dunia menawarkan penghapusan kewajiban upeti dengan satu syarat yang tidak bisa diterimanya.
Mereka meminta 1.000 warga Esperia untuk dijadikan budak. Bagi Luven, tuntutan tersebut sama saja dengan hukuman mati.
Ia memahami bahwa siapa pun yang dibawa ke Tanah Suci hampir tidak memiliki peluang untuk kembali hidup sebagai manusia merdeka.
Baca Juga: Baca Komik One Piece 1185: Pria Misterius Pendamping Gorosei Mars di Tempat Kematian Raja Luven
Karena itulah ia memilih menolak.
Rakyat Panik Mendengar Keputusan Luven
Penjelasan Luven membuat suasana berubah mencekam. Banyak warga langsung diliputi ketakutan.
Sebagian khawatir Esperia akan bernasib sama seperti negara-negara non-afiliasi yang sering menjadi korban penjarahan dan penghancuran.
Di tengah kepanikan tersebut, Brook mencoba menghibur rakyat dengan musik dan candaan khasnya.
Upaya itu setidaknya berhasil membuat suasana sedikit mencair dan mengembalikan keberanian warga yang mulai kehilangan harapan.
Perang Melawan Pemerintah Dunia Dimulai
Dua bulan setelah pengumuman Luven, armada Pemerintah Dunia akhirnya tiba di Esperia.
Kedatangan mereka menjadi awal perang besar yang selama ini ditakuti rakyat.
Pertempuran langsung pecah di berbagai penjuru kerajaan.
Brook tampil di garis depan memimpin pasukan pertahanan Esperia. Ia bertarung melawan Marinir dan agen Pemerintah Dunia yang terus menyerbu wilayah kerajaan.
Sementara pertempuran berlangsung, api mulai melalap bangunan-bangunan kerajaan.
Istana Esperia yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kejayaan negeri musik itu perlahan berubah menjadi lautan api.
Editor : Andi Chorniawan