Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Teori One Piece: Gorosei Mars Itsumade Dalang Kabut dan Asap Beracun Kerajaan Esperia, Ini 5 Alasannya

Andi Chorniawan • Senin, 15 Juni 2026 | 10:42 WIB
Gorosei Mars dalang kabut dan asap beracun di Kerajaan Esperia menjadi salah satu teori One Piece 1185. (Shueisha/Eiichiro Oda)
Gorosei Mars dalang kabut dan asap beracun di Kerajaan Esperia menjadi salah satu teori One Piece 1185. (Shueisha/Eiichiro Oda)

Jawa Pos Radar Madiun – Cerita baca komik One Piece 1185 menyisakan tanda tanya terkait penyebab munculnya kabut dan asap beracun yang menyelimuti Kerajaan Esperia. 

Setelah bertahun-tahun hidup damai sebagai negeri musik, Esperia tiba-tiba dilanda kabut misterius yang kemudian berubah menjadi asap beracun hingga menewaskan ratusan orang.

Cerita terbaru memang belum mengungkap penyebab pasti bencana tersebut. Namun setelah muncul kehadiran Gorosei Mars di akhir cerita, banyak penggemar mulai menghubungkan tragedi Esperia dengan kekuatan salah satu dari Lima Tetua Bintang itu.

Baca Juga: Teori One Piece: Raja Leuven Terinspirasi Beethoven, Kerajaan Esperia adalah Austria

Berikut ini 5 alasan yang membuat spekulasi Mars sebagai dalang di balik wabah Esperia menjadi masuk akal.

1. Kabut Misterius Jadi Awal Kehancuran Esperia

Dalam cerita, narator menjelaskan bahwa saat Putri Shuri berusia 15 tahun, sesuatu yang aneh terjadi di Esperia.

Musik yang selama ini menjadi identitas kerajaan perlahan menghilang. Kabut tebal menyelimuti seluruh negeri selama enam bulan penuh.

Bencana itu bukan sekadar mengganggu aktivitas warga. Alat-alat musik yang menjadi sumber ekonomi kerajaan mulai membusuk dan rusak.

Situasi semakin parah ketika kabut berubah menjadi asap beracun yang menutupi seluruh pulau.

Penduduk mulai mengalami gangguan pernapasan. Suara musik yang biasanya memenuhi jalanan digantikan oleh suara batuk dan rintihan kesakitan.

Bahkan Brook yang berusaha menghibur rakyat melalui musik ikut terkena dampaknya.

Dalam cerita baca komik One Piece 1185, asap menyerang paru-paru puluhan ribu warga dan menewaskan ratusan orang.

Akibat bencana itu, perekonomian Esperia runtuh hingga kerajaan tidak mampu lagi membayar upeti kepada Pemerintah Dunia.

2. Mars Tiba-Tiba Muncul

Di akhir cerita, Mars, salah satu anggota Gorosei, muncul di dalam ruangan tempat Shuri membunuh Raja Leuven.

Baca Juga: 5 Buah Iblis One Piece yang Diyakini Mampu Menghancurkan Dunia, Salah Satunya Dimiliki Angkatan Laut

Mars diperlihatkan dalam bentuk siluet yokai Itsumade pada bagian kepala hingga leher.

Kemunculannya memunculkan spekulasi bahwa dirinya mungkin memiliki keterlibatan langsung terhadap bencana yang menghancurkan kerajaan tersebut.

3. Hubungan Itsumade dengan Kabut dan Bencana

Teori ini semakin kuat karena berasal dari mitologi Jepang yang menjadi inspirasi banyak kemampuan Gorosei.

Dalam cerita rakyat Jepang, Itsumade merupakan makhluk mirip burung raksasa yang sering muncul ketika terjadi wabah, bencana, kematian massal, atau penderitaan yang berkepanjangan.

Yokai ini juga kerap dikaitkan dengan langit gelap, awan pekat, kabut, serta suasana yang membawa pertanda buruk.

Itsumade biasanya digambarkan terbang di atas wilayah yang sedang mengalami tragedi besar.

Makhluk tersebut muncul ketika banyak orang menderita, meninggal dunia, atau ketika penderitaan masyarakat tidak mendapatkan penyelesaian.

Karakteristik itu terasa sangat mirip dengan kondisi Esperia dalam cerita One Piece 1185.

Kerajaan tersebut mengalami wabah misterius, kabut yang berlangsung selama berbulan-bulan, kematian ratusan warga, hingga kehancuran ekonomi nasional.

Baca Juga: Teori One Piece: Sosok Brook Terinspirasi Legenda Rock Jimi Hendrix

4. Oda Bisa Jadi Mengulang Pola yang Sama

Sebagian penggemar meyakini Eiichiro Oda sedang menerapkan pola yang sama seperti yang dilakukan pada Gorosei Saturn.

Di Arc Egghead, Saturn diperkenalkan sebagai Warrior God of Science and Defense.

Hampir seluruh eksperimen dan tragedi ilmiah yang berkaitan dengan Pemerintah Dunia memiliki keterkaitan dengan bidang yang menjadi simbol Saturn.

Sementara Mars dikenal sebagai Warrior God of Environment. Karena itu, banyak teori menyebut Mars mungkin memiliki kemampuan yang berhubungan dengan lingkungan, atmosfer, cuaca, atau fenomena alam.

Jika asumsi tersebut benar, maka kabut yang menyelimuti Esperia bisa jadi bukan fenomena alami.

Kabut itu mungkin merupakan hasil kekuatan Mars yang kemudian berkembang menjadi asap beracun dan menghancurkan seluruh ekosistem kerajaan.

5. Terlalu Banyak Kebetulan di Esperia 

Ada satu hal yang membuat teori ini semakin sulit diabaikan.

Seluruh tragedi Esperia tampaknya selalu berhubungan dengan Pemerintah Dunia.

Masalah dimulai setelah kapal yang membawa Tenryubito tiba di kerajaan tersebut.

Tidak lama kemudian Candelle jatuh sakit. Setelah itu muncul kabut misterius yang menghancurkan ekonomi negara.

Ketika Esperia bangkrut dan tidak mampu membayar upeti, Pemerintah Dunia langsung menuntut 1.000 warga untuk dijadikan budak.

Rangkaian peristiwa tersebut membuat banyak pembaca menduga bahwa kehancuran Esperia bukanlah kecelakaan, melainkan bagian dari tekanan sistematis yang dilakukan Pemerintah Dunia.

Editor : Andi Chorniawan
#mars #Gorosei #kabut #one piece #teori